INSIBERNEWS - Pemerintah Republik Indonesia mendapat dorongan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk terus berperan aktif dalam diplomasi internasional guna mendorong terciptanya perdamaian dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar mengatakan, “MUI mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dan konstruktif dalam diplomasi internasional guna mendorong terciptanya perdamaian yang berkeadilan.”
Pernyataan tersebut disampaikan dalam tausiyah MUI tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia yang dirilis pada 5 Maret 2026.
Baca Juga: Chua Kotak Bagikan Kisah Menyentuh Saat Melayat Vidi Aldiano di Rumah Duka
“MUI menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban masyarakat sipil serta kerusakan fasilitas publik sebagai dampak meningkatnya eskalasi konflik,” kata KH Anwar Iskandar.
Menurut MUI, penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan prinsip fundamental dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“MUI menghargai dan mendukung komitmen seluruh negara di dunia untuk senantiasa menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara lain sebagai fondasi penting bagi terwujudnya stabilitas dan perdamaian dunia,” ujarnya.
Baca Juga: Resmi! Pemerintah Larang Anak Usia di Bawah 16 Tahun untuk Akses Medsos
Dalam pandangan MUI, konflik antarnegara juga tidak boleh melampaui batas kemanusiaan dan moralitas sebagaimana diajarkan dalam Islam.
“MUI mengingatkan bahwa hak membela diri tidak boleh melampaui batas-batas kemanusiaan dan moralitas. Dalam ajaran Islam, tindakan melampaui batas (al-i‘tidā’) dilarang keras,” kata KH Anwar Iskandar.
MUI juga menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan ukhuwah di antara negara-negara Muslim melalui komunikasi yang konstruktif serta kerja sama yang erat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai provokasi dan upaya adu domba yang dapat memperkeruh hubungan antarnegara.
Selain itu, MUI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk lebih tegas dalam menegakkan prinsip keadilan internasional serta mengambil langkah yang proporsional terhadap setiap tindakan yang melanggar kedaulatan negara dan mengabaikan kesepakatan internasional.
MUI berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik demi menjaga stabilitas global dan kemaslahatan umat manusia.
Artikel Terkait
Sidak Kantor Meta, Meutya Hafid Pertanyakan Soal Hoaks di Indonesia yang Lambat Ditangani Namun Cepat Hapus Palestina
Sempat Rehat Bernyanyi, Vidi Aldiano Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Melawan Sakit Kanker Ginjal
Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG Saat Buka Puasa, 28 Orang Dirawat di Rumah Sakit
Heboh! Roti Program Makan Bergizi Gratis di Jepara Ditemukan Berbelatung, Orang Tua Siswa Khawatir
Chua Kotak Bagikan Kisah Menyentuh Saat Melayat Vidi Aldiano di Rumah Duka