Menurutnya, kepemimpinan Iran akan terus memastikan kesiapan militer demi melindungi kedaulatan negara di tengah eskalasi konflik regional.
Konflik Memanas Sejak Serangan 28 Februari
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer milik Amerika Serikat.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Melimpah, BULOG Pastikan Ketersediaan Pangan Aman hingga Akhir 2026
Situasi semakin memanas setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Selat strategis ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama pengiriman minyak global.
Setiap harinya, sekitar 20 juta barel minyak melewati Selat Hormuz, serta sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair dunia. Sebagian besar pasokan energi tersebut dikirim menuju pasar Asia, sehingga gangguan di jalur ini berpotensi memicu dampak ekonomi global.
Dengan situasi yang terus memanas dan diplomasi yang dinilai semakin sulit, dunia kini menaruh perhatian besar pada perkembangan konflik Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi stabilitas kawasan dan pasar energi internasional.
Artikel Terkait
Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG Saat Buka Puasa, 28 Orang Dirawat di Rumah Sakit
Chua Kotak Bagikan Kisah Menyentuh Saat Melayat Vidi Aldiano di Rumah Duka
Kronologi Kasus Pembunuhan Anggota Federasi Pekerja di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi
Polemik Menu Lele Mentah MBG di SMAN 2 Pamekasan: 1.022 Porsi Ditolak, Ini Penjelasan Sekolah dan BGN
Imbas Viral Makanan Berbelatung, Operasional SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Malang Dihentikan Sementara oleh BGN
Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, Menkeu Purbaya: Kita Masih Aman