Sidak Kantor Meta, Meutya Hafid Pertanyakan Soal Hoaks di Indonesia yang Lambat Ditangani Namun Cepat Hapus Palestina

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 6 Maret 2026 | 14:48 WIB
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI.  (Dok. Komdigi)
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI. (Dok. Komdigi)

INSIBERNEWS - Sorotan publik di media sosial tengah tertuju pada langkah tegas Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid terhadap platform media sosial milik Meta.

Teguran keras tersebut disampaikan saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor operasional Meta di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap dinilai belum maksimalnya penanganan berbagai konten bermasalah di platform Meta seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Baca Juga: Pastikan Kelancaran dan Keamanan, Komisaris TASPEN Pantau Langsung Penyaluran Dana THR Pensiunan Berjalan Lancar

Konten yang menjadi perhatian pemerintah antara lain judi online, disinformasi atau hoaks, fitnah, serta konten kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Pemerintah Soroti Lambatnya Penanganan Konten Negatif
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun TikTok resmi miliknya, Meutya mempertanyakan alasan lambatnya penghapusan berbagai konten berbahaya yang beredar di Indonesia.

"Kenapa bagi isu-isu tertentu, self censorship dilakukan," kata Meutya sebagaimana dilansir dari postingan TikTok resminya, @duniameutya, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Baca Juga: Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran

"Tapi bagi hal-hal yang dinilai mengganggu di Indonesia, hoax terkait kesehatan dan pemerintahan, yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, itu kenapa lama?" sambungnya.

Menurutnya, konten hoaks terkait kesehatan, pemerintahan, hingga isu sensitif yang berkaitan dengan SARA seharusnya mendapat perhatian serius dari platform digital.

Konten seperti ini berpotensi menimbulkan konflik sosial serta memperburuk situasi di tengah masyarakat.

Baca Juga: TV Nasional Iran IRIB Diretas? Tiba-Tiba Tayangkan Pidato Trump dan Netanyahu di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Konten Palestina Dinilai Lebih Cepat Dihapus
Dalam sidak tersebut, Meutya juga menyinggung soal kecepatan platform dalam menghapus konten tertentu. Ia menyoroti bahwa konten terkait Palestina kerap dihapus dengan cepat, sementara berbagai konten berbahaya di Indonesia masih sering luput dari penanganan cepat.

"Tapi kalau urusan Palestina, langsung hilang, tuh, kenapa bisa seperti itu, apa penjelasannya?" paparnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X