Disebut sebagai “Penghinaan Besar”
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Beberapa hari sebelum peretasan, beredar laporan mengenai serangan militer yang disebut menyasar target strategis di Iran.
Bahkan, situasi makin memanas setelah muncul kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut-sebut terkait serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari 2026.
Informasi tersebut sendiri menuai beragam respons dan belum sepenuhnya terkonfirmasi secara independen.
Baca Juga: IDF Aktifkan Pertahanan Udara, Puluhan Rudal Iran Menghantam Wilayah Israel
Iran International menyebut peretasan siaran IRIB ini sebagai sebuah “penghinaan besar” terhadap otoritas Iran, mengingat media tersebut merupakan corong resmi negara.
Pemerintah Iran Belum Beri Pernyataan Resmi
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan peretasan tersebut. Belum diketahui pula siapa pihak yang bertanggung jawab atau bagaimana sistem penyiaran nasional bisa ditembus.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan siber yang menyasar infrastruktur strategis dan media pemerintah di berbagai negara. Di era digital, televisi nasional tidak lagi hanya menjadi alat penyiaran, tetapi juga medan baru dalam perang informasi dan propaganda global.
Perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini masih dinantikan, terutama terkait investigasi resmi dan dampaknya terhadap stabilitas politik di Iran maupun kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Usai Kisruh The Connell Twins, Jennifer Coppen Isyaratkan Pernikahan dan Pamer Momen Romantis dengan Justin Hubner
Ketegangan Iran vs Israel Ganggu Jadwal Penerbangan, WNI Tertahan di Madinah
Kesadaran Mantan Penambang Tanpa Izin Bersama-sama Membangun Pongkor
Ungkap Siap Terbang ke Teheran, Kedubes Iran Apresiasi Niat Baik Prabowo untuk Fasilitasi Mediasi dengan AS
Wafat di Usia 90 Tahun, Intip Jejak Pengabdian Try Sutrisno di TNI dan Pemerintahan Indonesia