Tarif Parkir Rp100 Ribu di Tanah Abang Viral, Wagub DKI Buka Suara dan Pastikan Penertiban

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 19 Februari 2026 | 14:06 WIB
Menyoroti tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno usai ramai dugaan juru parkir di Tanah Abang patok harga mencapai Rp100 ribu.  (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno usai ramai dugaan juru parkir di Tanah Abang patok harga mencapai Rp100 ribu. (Instagram.com/@undercover.id)

INSIBERNEWS - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyoroti terkait isu tarif parkir hingga Rp100 ribu per kendaraan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hal ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Praktik yang diduga dilakukan oleh oknum juru parkir (jukir) liar itu menuai keluhan masyarakat, terutama karena dinilai memberatkan pengunjung yang datang untuk berbelanja menjelang hari raya.

Kawasan Tanah Abang memang dikenal sebagai salah satu pusat grosir terbesar di Asia Tenggara. Setiap mendekati momen Lebaran, lonjakan pengunjung kerap menyebabkan kepadatan lalu lintas dan meningkatnya kebutuhan lahan parkir.

Baca Juga: Waspada! BNN Ungkap Vape Bisa Digunakan Sebagai Media Baru Konsumsi Sabu dan Narkotika

Situasi inilah yang diduga dimanfaatkan oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab. Menindaklanjuti keresahan publik, aparat kepolisian bergerak cepat. Pada Selasa, 17 Februari 2026, sebanyak delapan orang yang diduga sebagai jukir liar berhasil diamankan. Mereka diduga mematok tarif parkir tidak wajar kepada pengendara.

Langkah ini diapresiasi warga, mengingat praktik parkir liar kerap berulang setiap musim ramai. Penindakan diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan agar tidak ada lagi pungutan di luar ketentuan resmi.

Rano Karno: Tidak Ditoleransi, Tapi Perlu Dipahami Situasinya
Rano Karno dalam keterangannya di kawasan Bundaran HI, Rano menegaskan bahwa praktik tersebut tidak bisa ditoleransi.

Baca Juga: Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Upayakan Perdamaian di Gaza

Meski begitu, ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa kondisi ini terjadi pada periode musiman yang hanya berlangsung setahun sekali, yakni menjelang hari raya, ketika kepadatan kendaraan meningkat signifikan.

Menurutnya, lonjakan aktivitas ekonomi dan kemacetan di pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang memang sulit dihindari. Namun, hal tersebut bukan berarti pemerintah membiarkan praktik tarif parkir semaunya.

Penertiban dan Pembinaan Tetap Berjalan
Rano memastikan, penertiban terhadap jukir liar akan terus dilakukan. Selain tindakan hukum bagi pelanggar, pembinaan juga menjadi bagian dari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Tragis! Ledakan Petasan di Grobogan Nyaris Renggut Nyawa Tiga Remaja, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

"Tapi artinya jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ya terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan, itu sudah hal biasalah," tutur Rano.

"Mudah-mudahan itu akan menjadi jauh lebih baik lagi," jelasnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X