INSIBERNEWS - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyoroti terkait isu tarif parkir hingga Rp100 ribu per kendaraan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Hal ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Praktik yang diduga dilakukan oleh oknum juru parkir (jukir) liar itu menuai keluhan masyarakat, terutama karena dinilai memberatkan pengunjung yang datang untuk berbelanja menjelang hari raya.
Kawasan Tanah Abang memang dikenal sebagai salah satu pusat grosir terbesar di Asia Tenggara. Setiap mendekati momen Lebaran, lonjakan pengunjung kerap menyebabkan kepadatan lalu lintas dan meningkatnya kebutuhan lahan parkir.
Baca Juga: Waspada! BNN Ungkap Vape Bisa Digunakan Sebagai Media Baru Konsumsi Sabu dan Narkotika
Situasi inilah yang diduga dimanfaatkan oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab. Menindaklanjuti keresahan publik, aparat kepolisian bergerak cepat. Pada Selasa, 17 Februari 2026, sebanyak delapan orang yang diduga sebagai jukir liar berhasil diamankan. Mereka diduga mematok tarif parkir tidak wajar kepada pengendara.
Langkah ini diapresiasi warga, mengingat praktik parkir liar kerap berulang setiap musim ramai. Penindakan diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan agar tidak ada lagi pungutan di luar ketentuan resmi.
Rano Karno: Tidak Ditoleransi, Tapi Perlu Dipahami Situasinya
Rano Karno dalam keterangannya di kawasan Bundaran HI, Rano menegaskan bahwa praktik tersebut tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Upayakan Perdamaian di Gaza
Meski begitu, ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa kondisi ini terjadi pada periode musiman yang hanya berlangsung setahun sekali, yakni menjelang hari raya, ketika kepadatan kendaraan meningkat signifikan.
Menurutnya, lonjakan aktivitas ekonomi dan kemacetan di pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang memang sulit dihindari. Namun, hal tersebut bukan berarti pemerintah membiarkan praktik tarif parkir semaunya.
Penertiban dan Pembinaan Tetap Berjalan
Rano memastikan, penertiban terhadap jukir liar akan terus dilakukan. Selain tindakan hukum bagi pelanggar, pembinaan juga menjadi bagian dari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Tapi artinya jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ya terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan, itu sudah hal biasalah," tutur Rano.
"Mudah-mudahan itu akan menjadi jauh lebih baik lagi," jelasnya.
Artikel Terkait
TransJakarta Tanggapi Video Viral Umpatan Rasis Penumpang di Dalam Bus, Minta Jaga Etika
Waspada! BNN Ungkap Vape Bisa Digunakan Sebagai Media Baru Konsumsi Sabu dan Narkotika
Cinta Laura Terharu Kunjungi Korban Banjir Bandang Aceh, Lihat Anak-Anak Bertahan di Tengah Keterbatasan
Sinewara Hadir! PFN Siapkan Bioskop Milik Negara Pertama di Indonesia, Berikut Lokasi dan Targetnya
Fantastis! Lelang Lukisan Kuda Api Karya SBY Berhasil Dibawa Pulang Low Tuck Kwong Senilai Rp6,5 Miliar
Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Upayakan Perdamaian di Gaza