Sinewara Hadir! PFN Siapkan Bioskop Milik Negara Pertama di Indonesia, Berikut Lokasi dan Targetnya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 19 Februari 2026 | 06:30 WIB
Sinewara Hadir! PFN Siapkan Bioskop Milik Negara Pertama di Indonesia (Antara)
Sinewara Hadir! PFN Siapkan Bioskop Milik Negara Pertama di Indonesia (Antara)

INSIBERNEWS - Industri perfilman nasional bersiap memasuki babak baru. PT Produksi Film Negara (PFN) mengumumkan rencana pembangunan bioskop milik negara pertama di Indonesia yang akan diberi nama Sinewara. Lokasinya berada di kawasan Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, tepat di area kantor PFN.

Kabar ini disampaikan oleh Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah atau dikenal sebagai Ifan Seventeen, dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada 2 Februari 2026.

Meski belum mengungkap jadwal pasti pembangunan, PFN memastikan proyek ini akan menjadi langkah awal transformasi ekosistem bioskop nasional.

Baca Juga: Waspada! BNN Ungkap Vape Bisa Digunakan Sebagai Media Baru Konsumsi Sabu dan Narkotika

Sinewara Jadi Proyek Percontohan Bioskop Negara
Menurut Ifan, pembangunan Sinewara dirancang sebagai pilot project atau proyek percontohan bioskop negara pertama di Tanah Air. Harapannya, model ini dapat direplikasi di berbagai daerah.

Konsepnya tak hanya menghadirkan ruang tontonan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun investor lokal sebagai pemegang saham (shareholder).

Dengan begitu, ekspansi bioskop negara bisa tumbuh secara berkelanjutan dan merata.

Baca Juga: Diposting Ulang Aurel Hermansyah, Video Gen Halilintar yang Diduga Cuekin Istri Atta Halilintar Jadi Sorotan!

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat industri perfilman nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layar lebar.

Jumlah Layar Bioskop Masih Jauh dari Ideal
Rencana pembangunan bioskop negara ini didorong oleh fakta bahwa jumlah layar bioskop di Indonesia masih sangat terbatas dibandingkan jumlah penduduk.

Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 505 bioskop dengan total 2.401 layar. Distribusinya pun belum merata:

  • Pulau Jawa: sekitar 70%
  • Sumatra: sekitar 15%
  • Kalimantan: sekitar 5%

Wilayah lainnya berbagi porsi yang jauh lebih kecil. Artinya, hanya sekitar 25–30 persen kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki akses ke layar bioskop.

Baca Juga: Habib Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Tapi Belum Ditahan, Korban Penganiayaan Banser Curhat Trauma Psikis dan Kekecewaan

Jika dibandingkan dengan negara seperti India, China, dan Amerika Serikat, jumlah layar di Indonesia dinilai masih sangat jauh dari ideal. Target jangka panjang yang disebutkan dalam rapat tersebut bahkan mencapai10.000 hingga 20.000 layar agar sebanding dengan populasi nasional.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X