Pembunuhan dan Penipuan Online, China Eksekusi 11 Anggota Sindikat Myanmar

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 29 Januari 2026 | 17:40 WIB
Ilustrasi eksekusi mati. (Istimewa.)
Ilustrasi eksekusi mati. (Istimewa.)

Ming Xuechang, yang pernah menjabat sebagai anggota parlemen Myanmar, bunuh diri saat berada dalam tahanan. Sementara itu, anaknya Ming Guoping, pemimpin Kokang Border Guard Force yang bersekutu dengan junta Myanmar, serta cucunya Ming Zhenzhen, termasuk dalam daftar terpidana yang dieksekusi.

Xinhua melaporkan, para terpidana sempat bertemu keluarga dekat sebelum eksekusi dilaksanakan. Selain keluarga Ming, Wu Hongming, pemimpin sindikat lain yang berkolaborasi dengan mereka, juga turut dieksekusi.

Baca Juga: Liverpool Mengamuk di Anfield, Tiket 16 Besar Liga Champions Berhasil Diamankan

Menurut laporan United States Institute of Peace, jaringan penipuan di Asia Tenggara menghasilkan lebih dari US$43 miliar atau sekitar Rp688 triliun per tahun. Di Myanmar, lemahnya sistem hukum dan tingginya korupsi membuat kompleks penipuan tumbuh subur.

Kondisi tersebut diperparah oleh konflik bersenjata dan perang saudara yang telah berlangsung hampir lima tahun, dimanfaatkan sindikat kriminal dan kelompok bersenjata untuk memperluas bisnis ilegal mereka.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X