INSIBERNEWS – Terus berupaya untuk memberdayakan UMKM Indonesia agar dapat naik kelas melalui pemanfaatan platform digital LinkUMKM.
Sejak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meluncurkan LinkUMKM pada 2021, BRI telah menjembatani pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pelatihan usaha berbasis digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata UMKM di berbagai daerah.
Diketahui hingga akhir tahun 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.
Baca Juga: Parlemen Korsel Jadi Sorotan, Trump Resmi Naikkan Tarif Impor hingga 25 Persen
Saat ini, LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB sebagai dukungan administrasi dan legalitas usaha.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam mengakses informasi pasar, sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Platform ini dirancang agar pelaku UMKM dapat memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan bisnisnya.
“LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas. Kami berharap platform ini dapat membantu UMKM mengelola usahanya secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan,” ujar Akhmad.
Pada fitur UMKM Smart, LinkUMKM menghadirkan Self-Assessment Naik Kelas yang membantu pelaku usaha mengenali kapasitas bisnis melalui sistem scoring digital.
Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pelaku UMKM akan memperoleh rekomendasi pelatihan sesuai dengan kelas usahanya, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, ataupun modern.
Saat ini, tersedia lebih dari 690 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hardskill pelaku usaha. Selain penguatan kapasitas, LinkUMKM juga menyediakan UMKM Media yang menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, serta infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha mikro.
Untuk mendukung perluasan pasar, LinkUMKM turut menghadirkan Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM agar menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Platform ini terhubung dengan jaringan Rumah BUMN sebagai bagian dari ekosistem pendampingan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM.
Artikel Terkait
Parlemen Korsel Jadi Sorotan, Trump Resmi Naikkan Tarif Impor hingga 25 Persen
Demam BTS Guncang Meksiko! Tiket Konser Ludes Terjual, Antusiasme Fans Berujung Surat Presiden
Thailand Perketat Bandara Internasional, Antisipasi Ancaman Virus Nipah dari Asia Selatan
Viral! Pasutri Merokok Sambil Gendong Bayi di Palmerah, Teguran Berujung Pemukulan dan Laporan Polisi
BGN Kecam Penghentian MBG di Lampung, Kritik Orang Tua Tak Boleh Dibalas Hukuman ke Siswa
Dilaporkan soal Dugaan Fitnah, Roy Suryo Pilih Tertawa dan Anggap Laporan Tak Serius