Lawatan Luar Negeri Prabowo Berbuah Investasi Besar dan Posisi Strategis Indonesia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 25 Januari 2026 | 18:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto di WEF 2026. (Istimewa.)
Presiden Prabowo Subianto di WEF 2026. (Istimewa.)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri.

Setibanya di Jakarta, Prabowo disambut oleh empat pejabat negara, yakni Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra.

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta. Presiden turun dari pesawat sekitar pukul 17.41 WIB, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: BRI Peduli Peringati Hari Gizi Nasional dengan Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah

Diketahui, Prabowo menjalani sejumlah agenda strategis selama kunjungan luar negerinya. Lawatan dimulai dengan kunjungan ke Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III.

Dalam kunjungan ke Inggris tersebut, tercapai tiga kesepakatan utama yang menjadi hasil signifikan. Pertama, komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun.

Kedua, penguatan kerja sama di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan sebanyak 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

Baca Juga: Kisah Pilu Dua Polisi Gugur dalam Perjalanan Menuju Lokasi Longsor Cisarua-Bandung

Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Kerja sama ini mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen.

Setelah dari Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026.

Di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, Prabowo memaparkan gagasan ekonomi yang telah dirancang dan dijalankan, baik sebelum maupun selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga: Update! Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah jadi 16 Orang, Basarnas Terus Lakukan Pencarian

Pidato tersebut menjadi momentum strategis untuk menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, memperkuat citra serta peluang investasi, dan menarik komitmen investor di sektor energi hijau, ekonomi digital, serta sektor-sektor strategis lainnya.

Selain agenda ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga menghasilkan capaian diplomatik penting, yakni keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X