INSIBERNEWS - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan pengakuan yang cukup mengejutkan di hadapan majelis hakim.
Ia secara terbuka menyatakan tidak memiliki latar belakang birokrasi, politik, maupun pendidikan ketika pertama kali menerima tawaran Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai menteri.
Baca Juga: 4 Tahun Pacaran Beda Agama, Yasmin Napper dan Giorgino Abraham Putus Dengan Baik
Pengakuan tersebut disampaikan Nadiem saat membacakan nota keberatan atau eksepsi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan layanan Chrome Device Management (CDM). Dalam persidangan itu, Nadiem memilih bersikap terbuka mengenai kondisi dirinya saat awal dipercaya memimpin kementerian strategis tersebut.
Ia menjelaskan bahwa penunjukannya sebagai Mendikbudristek didasarkan pada latar belakangnya sebagai pelaku industri teknologi.
Presiden Jokowi, menurut Nadiem, memberikan mandat khusus untuk mendorong percepatan digitalisasi pendidikan nasional, sebuah agenda besar yang dinilai membutuhkan pendekatan inovatif dan berbasis teknologi.
Baca Juga: Ditinggal Setelah 56 Tahun Bersama, Pedangdut Legendaris Mansyur S Kehilangan Istri Tercinta
Namun, Nadiem tak menampik bahwa tugas tersebut datang dengan tantangan besar. Ia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya harus memulai dari nol, mempelajari seluk-beluk birokrasi pemerintahan dan sistem pendidikan nasional dalam waktu yang relatif singkat, dengan risiko kegagalan yang selalu membayangi.
“Karena saya tidak menguasai bidang birokrasi, pendidikan maupun politik, maka saya harus cepat belajar dari orang-orang yang memahami dunia pendidikan dan birokrasi, tetapi tetap menjunjung tinggi integritas,” ujar Nadiem di ruang sidang.
Ia menambahkan, keterbatasan tersebut justru mendorongnya untuk membangun tim kerja yang dinilai mampu menutup celah pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki. Menurutnya, kepercayaan dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas negara yang berat itu.
“Karena itulah saya mengumpulkan tim muda yang idealis dan kompeten sebagai staf khusus saya,” lanjutnya.
Nadiem juga menegaskan bahwa sejak awal ia menyadari posisinya bukan tanpa kontroversi. Latar belakangnya sebagai figur dari luar birokrasi dianggap sebagian pihak sebagai kelemahan, namun ia memandangnya sebagai peluang untuk membawa perspektif baru dalam dunia pendidikan.
Baca Juga: Heboh Gelembung Gas Keluar dari Tanah Pascabanjir di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada
Artikel Terkait
Teror Influencer Pasca Kritik Pemerintah, Menteri HAM Natalius Pigai Minta Polisi Bertindak
Heboh Gelembung Gas Keluar dari Tanah Pascabanjir di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada
Jarang Disorot, Kisah Cinta Manohara dengan Kristian Hansen Vlogger Asal Denmark Mendadak Viral
Dikawal Ratusan Ojol, Nadiem Makarim Dilarang Bicara Pada Publik Dalam Sidang Dakwaan Pengadaan laptop chromebook
Mulai Kondusif Pasca Konflik, Kemenlu Klaim WNI di Venezuela Aman, Siapkan Kontingensi Jika Situasi Keamanan Memburuk
Nyaris Memaki Pelaku, Fiersa Besari Cerita Insiden Kecelakaan Istri di Gambir: 'Bukan Soal Uang, Tapi Keselamatan'
Presiden Prabowo Kembali Satukan Kabinet Merah Putih Lewat Retret di Hambalang Besok
Tanpa Seragam dan Beralas Tikar, Sekolah di Aceh Tamiang Dibuka Bertahap Pascabanjir
4 Tahun Pacaran Beda Agama, Yasmin Napper dan Giorgino Abraham Putus Dengan Baik
Ditinggal Setelah 56 Tahun Bersama, Pedangdut Legendaris Mansyur S Kehilangan Istri Tercinta