Para guru pun terlihat tidak mengenakan seragam mengajar seperti biasanya. Hal ini mencerminkan situasi darurat yang masih dihadapi sekolah pascabencana.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan.
“Sekolah dibuka secara bertahap dengan memperhatikan kebersihan lingkungan, kesiapan sarana dan prasarana, serta keselamatan seluruh warga sekolah,” tulis pihak sekolah dalam keterangannya.
Langkah ini disebut sebagai upaya awal untuk bangkit bersama dan memastikan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.
Kembalinya aktivitas sekolah di Aceh Tamiang menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah situasi sulit.
Semangat siswa, dukungan orang tua, serta komitmen para guru menjadi kekuatan utama untuk menata kembali masa depan anak-anak
Artikel Terkait
Disebut Capai Rp150 Juta, Biaya Sumur Bor Bencana Disorot Usai Warga Aceh Timur Klaim Cukup Rp15 Juta
Teror Influencer Pasca Kritik Pemerintah, Menteri HAM Natalius Pigai Minta Polisi Bertindak
Dikawal Ratusan Ojol, Nadiem Makarim Dilarang Bicara Pada Publik Dalam Sidang Dakwaan Pengadaan laptop chromebook
Nyaris Memaki Pelaku, Fiersa Besari Cerita Insiden Kecelakaan Istri di Gambir: 'Bukan Soal Uang, Tapi Keselamatan'
Presiden Prabowo Kembali Satukan Kabinet Merah Putih Lewat Retret di Hambalang Besok