Heboh Gelembung Gas Keluar dari Tanah Pascabanjir di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 5 Januari 2026 | 13:02 WIB
Muncul beberapa titik gelembung gas di Desa Gunong Cut, Nagan Raya, Aceh usai banjir akhir November 2025.  (TikTok/sabrina_djuan)
Muncul beberapa titik gelembung gas di Desa Gunong Cut, Nagan Raya, Aceh usai banjir akhir November 2025. (TikTok/sabrina_djuan)

INSIBERNEWS - Fenomena alam tak biasa terjadi di Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Warga dikejutkan dengan munculnya sejumlah gelembung gas dari permukaan tanah berlumpur bekas banjir.

Sedikitnya lima titik semburan gas terpantau keluar dari sela-sela endapan lumpur. Gelembung tersebut diduga berasal dari gas alam yang terdorong ke permukaan akibat perubahan struktur tanah pascabanjir.

Baca Juga: Diseret Isu Kasus Bank BJB Ridwan Kamil, Safa Marwah: Saya Siap Jika KPK Memanggil

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena gas tersebut diketahui mudah terbakar jika terkena api.

Fenomena ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok @sabrina_djuan pada Sabtu, 3 Januari 2026, viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat jelas gelembung gas yang terus muncul dari tanah.

Pemkab Nagan Raya Turunkan Tim Khusus ke Lokasi
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya langsung bergerak cepat dengan mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan identifikasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, menyampaikan bahwa aktivitas keluarnya gas masih terdeteksi hingga 3 Januari 2026.

Baca Juga: Ponpes Gontor Kehilangan Ulama Besar, Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia, Pemakaman Dijadwalkan Besok

“Mulai dari dua hari lalu hingga 3 Januari 2026, masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Nagan Raya, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, fenomena tersebut sebenarnya telah terpantau sejak banjir bandang pertama pada 26 November 2025, namun intensitasnya kembali menjadi perhatian setelah banjir surut.

Lokasi Dipasangi Garis Polisi, Warga Diminta Menjauh
Sebagai langkah antisipasi, area sekitar titik semburan gas kini telah dipasangi garis polisi. Aparatur desa bersama unsur terkait juga melakukan pemantauan rutin guna mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Diseret Isu Kasus Bank BJB Ridwan Kamil, Safa Marwah: Saya Siap Jika KPK Memanggil

Pemerintah daerah mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi, tidak menyalakan api di sekitar area, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X