Banjir dan Longsor Aceh Lumpuhkan Listrik, PLN Sebut Kerusakan Lebih Berat dari Tsunami 2004

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 31 Desember 2025 | 13:13 WIB
Bencana banjir bandang yang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang tersapu luapan air hingga tersisa bangunan masjid. (Facebook.com/MeldiyaReza)
Bencana banjir bandang yang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang tersapu luapan air hingga tersisa bangunan masjid. (Facebook.com/MeldiyaReza)

INSIBERNEWS - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh meninggalkan dampak serius terhadap sistem kelistrikan. Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut tingkat kerusakan infrastruktur listrik kali ini bahkan lebih parah dibandingkan saat bencana tsunami pada 2004 silam.

Menurut Darmawan, skala gangguan yang terjadi sangat luas dan tersebar. Ratusan titik jaringan listrik tercatat mengalami kerusakan, mulai dari tiang roboh, gardu terendam, hingga jaringan distribusi yang terputus akibat longsor dan banjir bandang.

“Kalau dibandingkan dengan tsunami 2004, kerusakan jaringan listrik kali ini justru lebih kompleks karena terjadi di banyak titik sekaligus,”ujar Darmawan dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Peta Damai Rusia-AS Terguncang, Putin Peringatkan Trump soal Serangan Drone Ukraina

Ia menjelaskan, proses pemulihan pasokan listrik sangat bergantung pada kondisi akses menuju wilayah terdampak. Daerah yang jalur evakuasi dan distribusi materialnya sudah terbuka dapat dipulihkan dengan relatif cepat, sementara wilayah yang masih terisolasi membutuhkan waktu lebih lama.

PLN pun mengerahkan ribuan personel teknik serta peralatan darurat untuk mempercepat pemulihan. Selain itu, genset dan gardu bergerak disiagakan guna memastikan fasilitas vital seperti rumah sakit, pos pengungsian, dan pusat layanan publik tetap mendapatkan pasokan listrik.

Baca Juga: Bundaran HI Jadi Magnet Malam Tahun Baru, Pemprov DKI Tiadakan Parkir Demi Kelancaran Acara

Hingga saat ini, dari total 23 kabupaten dan kota di Aceh, sebanyak 15 daerah telah berhasil dipulihkan sepenuhnya. Artinya, aliran listrik di desa-desa dan permukiman warga di wilayah tersebut sudah kembali normal.

Namun demikian, masih terdapat delapan daerah yang belum mencapai pemulihan 100 persen. Kendala utama di wilayah ini adalah medan yang sulit, akses jalan yang rusak, serta cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Darmawan memastikan PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya agar proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif. Keselamatan petugas di lapangan, kata dia, tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Lebih dari 10 Juta Wajib Pajak Aktif di Coretax, DJP Dorong Percepatan Migrasi Digital

PLN menargetkan seluruh wilayah terdampak dapat kembali menikmati listrik secara bertahap dalam waktu secepat mungkin. Masyarakat diimbau tetap waspada dan melaporkan potensi bahaya kelistrikan, seperti kabel putus atau tiang miring, demi mencegah risiko lanjutan.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X