INSIBERNEWS - Upaya merajut peta jalan perdamaian antara Rusia dan Amerika Serikat mendadak menghadapi ujian serius. Presiden Rusia Vladimir Putin melayangkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul serangan pesawat tanpa awak Ukraina yang dilaporkan menyasar kawasan dekat kediamannya di Novgorod.
Insiden tersebut langsung memicu ketegangan baru di tengah komunikasi intensif kedua negara. Kremlin menilai serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Rusia, terlebih karena menyentuh wilayah yang memiliki nilai simbolis tinggi bagi kepemimpinan negara.
Baca Juga: Bundaran HI Jadi Magnet Malam Tahun Baru, Pemprov DKI Tiadakan Parkir Demi Kelancaran Acara
Ketegangan ini mencuat dalam percakapan telepon antara Putin dan Trump yang berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025. Dalam pembicaraan itu, Putin menegaskan Rusia tidak akan membiarkan serangan tersebut berlalu tanpa respons yang tegas dan terukur.
“Serangan terhadap wilayah Rusia, apalagi yang berkaitan dengan keselamatan kepala negara, tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa,”demikian penegasan Putin sebagaimana disampaikan Kremlin.
Ajudan senior Presiden Rusia, Yuri Ushakov, mengungkapkan bahwa percakapan tersebut awalnya berlangsung dalam suasana relatif konstruktif. Trump disebut menghubungi Putin untuk menyampaikan hasil pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang digelar di Florida, Amerika Serikat.
Baca Juga: Buruh Siap Gelar Aksi Beruntun, UMSK 2026 Jadi Ujian Kepemimpinan Gubernur Jabar
Namun suasana pembicaraan berubah drastis ketika Putin mengangkat isu serangan drone di wilayah Novgorod, Rusia barat laut. Menurut Kremlin, serangan tersebut terjadi hampir bersamaan dengan pertemuan Trump dan Zelenskyy, sehingga memunculkan kecurigaan dan kemarahan di pihak Moskow.
Ushakov menyebut Putin secara khusus menyoroti waktu dan konteks serangan yang dinilai sangat sensitif. Rusia menilai tindakan militer Kiev itu berpotensi merusak kepercayaan yang tengah dibangun dalam proses dialog internasional terkait konflik Ukraina.
Di sisi lain, respons Trump dilaporkan cukup mengejutkan. Meski tidak merinci bentuk reaksinya, Ushakov mengatakan Presiden AS mendengarkan dengan saksama penjelasan Putin, namun belum menyampaikan sikap tegas terkait kemungkinan eskalasi lanjutan.
Baca Juga: MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasi Sambut Malam Tahun Baru 2026
Para analis menilai insiden ini dapat memperumit upaya diplomasi yang sedang dirintis, sekaligus membuka babak baru ketegangan Rusia-AS. Dengan konflik Ukraina yang masih membara, setiap langkah dan pernyataan para pemimpin dunia kini dinilai krusial dalam menentukan arah stabilitas global.***
Artikel Terkait
Arus Mudik Natal 2025 Terkendali, Pergerakan Penumpang dan Kendaraan Meningkat
Inggris Keluarkan Travel Warning 2026, Aktivitas Gunung Api di Indonesia Jadi Sorotan
Buruh Turun Lagi ke Monas, Desak Gubernur Jabar Tinjau Ulang UMSK 2026
Buruh Siap Gelar Aksi Beruntun, UMSK 2026 Jadi Ujian Kepemimpinan Gubernur Jabar
Demokrat Nilai Wacana Pilkada Lewat DPRD Tak Mendesak, Soroti Fokus Penanganan Bencana Sumatera
MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasi Sambut Malam Tahun Baru 2026
Heboh! Bayi Ditinggal Sendirian di Rumah oleh Ayahnya Karena Kerja Shift Malam, Warga Balang Makassar Ikut Cari Solusi
Hadiah dan Hibah Impor Kini Lebih Mudah, Menkeu Terbitkan Aturan Baru Bebas Bea Masuk dan Cukai
Lebih dari 10 Juta Wajib Pajak Aktif di Coretax, DJP Dorong Percepatan Migrasi Digital
Bundaran HI Jadi Magnet Malam Tahun Baru, Pemprov DKI Tiadakan Parkir Demi Kelancaran Acara