Polrestabes Medan ungkap Motif Siswi SD Diduga Tikam Ibu Kandung Dipicu oleh Kekerasan Rumah Tangga dan Pengaruh Game

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 29 Desember 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi meninggal dunia  (Foto : istimewa)
Ilustrasi meninggal dunia (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan mengungkap latar belakang kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan seorang siswi kelas 6 sekolah dasar berinisial A terhadap ibu kandungnya sendiri.

Peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh kekerasan dalam rumah tangga yang telah berlangsung lama.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, menyampaikan bahwa korban kerap melakukan ancaman dan tindakan kekerasan terhadap suami serta kedua anaknya.

Baca Juga: Malam Tahun Baru di Puncak Tanpa Kendaraan, Bogor Terapkan Car Free Night Demi Keamanan

Bahkan, korban disebut sering membawa pisau saat meluapkan emosi kepada anggota keluarga.

Calvijn mengungkap, korban beberapa kali mengancam suami dan kedua anaknya dengan senjata tajam. Hal ini menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang memicu kejadian tersebut.

Kekerasan Berulang Picu Amarah Anak
Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, kakak dan A sering menerima perlakuan kasar dari sang ibu. Kekerasan tersebut berupa pukulan menggunakan sapu dan tali pinggang, serta cubitan yang kerap diterima A.

Baca Juga: Ogah Pacaran dengan Janda 3 Anak, Yuka Klarifikasi Cuma Teman Dekat Jule

"Kakak sering dimarahi dipukul menggunakan sapu dan tali pinggang. Adik sering dimarahi dan dicubit," jelas Calvijn saat memberikan keterangan di Polrestabes Medan, Senin (29/12).

Tekanan tersebut, lanjutnya, membuat A menyimpan kemarahan dalam waktu lama. Keinginan untuk melukai sang ibu sempat terlintas, namun belum menemukan kesempatan hingga akhirnya peristiwa itu terjadi.

Pengaruh Game Online dan Tayangan Anime
Selain faktor kekerasan dalam rumah tangga, polisi juga menemukan adanya pengaruh dari aktivitas digital yang sering dilakukan A.

Baca Juga: Demi Rumah Tangga, Inara Rusli Cabut Laporan Polisi terhadap Insanul Fahmi: Sebagai Muslimah, Saya Coba Taat

Anak tersebut diketahui gemar memainkan game online Murder Mystery dan menonton serial anime.

Masalah mulai muncul ketika ibu kandungnya menghapus permainan dan tontonan tersebut dari ponsel A, yang kemudian menambah rasa kecewa dan sakit hati.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X