INSIBERNEWS - Pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu fokus utama saat ini adalah penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, hingga akhir Desember 2025, pembangunan hunian sementara atau huntara telah menunjukkan progres signifikan.
Total sebanyak 1.050 unit huntara telah dibangun dan sebagian di antaranya sudah dapat ditempati warga.
Baca Juga: Elon Musk Soroti Rencana China Batasi Ekspor Perak, Industri Global Berpotensi Terdampak
Pernyataan tersebut disampaikan Pratikno dalam konferensi pers terkait penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang digelar di Base Ops Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
“Terkait hunian sementara dan hunian tetap, per 28 Desember pembangunan huntara di tiga provinsi sudah berjalan. Sebagian sudah selesai dan total unit yang dibangun mencapai 1.050,” ujar Pratikno.
Baca Juga: Puluhan Desa Lenyap Akibat Bencana, Pemerintahan Desa di Aceh Paling Terpukul
Ia menjelaskan, pembangunan hunian sementara ini dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, hingga masyarakat turut terlibat untuk mempercepat proses pemulihan kehidupan warga terdampak.
“Sebanyak 450 unit dibangun oleh BNPB bersama pemerintah daerah, sementara 600 unit lainnya berasal dari dukungan dana masyarakat dan jajaran BUMN,” kata Pratikno.
Menurutnya, kehadiran hunian sementara menjadi langkah penting agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian. Dengan adanya tempat tinggal yang lebih layak, masyarakat diharapkan dapat mulai menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi mereka.
Baca Juga: Legenda Prancis Brigitte Bardot Wafat di 91 Tahun, Ini Jejak Karier dan Warisannya
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga mulai mempersiapkan rencana pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Proses ini akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan tingkat kerusakan di masing-masing daerah agar lebih aman dari risiko bencana di masa mendatang.
Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan dukungan psikososial bagi korban bencana, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Baca Juga: Harry Styles Kembali Muncul Lewat 'Forever, Forever', Sinyal Comeback yang Bikin Fans Deg-degan
Artikel Terkait
Poster 'Wanted' Netanyahu Penuhi London, Aksi Simbolik Pro-Palestina Menguat
Danielle Resmi Dikeluarkan dari NewJeans, ADOR Putus Kontrak dan Siapkan Gugatan
Harry Styles Kembali Muncul Lewat 'Forever, Forever', Sinyal Comeback yang Bikin Fans Deg-degan
BBRI Tetapkan Cum Date Hari Ini, Beri Kado Awal Tahun Dividen Interim Rp20,6 Triliun untuk Pemegang Saham
Temukan Aksi Sabotase, KSAD Maruli Murka Baut Jembatan Bailey di Aceh Dicuri: Ada Orang Sebiadab Ini Ya
Pamer Pacar Baru, Momen Kebersamaan Nathalie Holscher dan Richard Refanov Bikin Netizen Iri
Legenda Prancis Brigitte Bardot Wafat di 91 Tahun, Ini Jejak Karier dan Warisannya
Rayakan HUT ke-42, Slank Rilis Single 'Republik Fufufafa', Angkat Potret Kekacauan Negeri
Puluhan Desa Lenyap Akibat Bencana, Pemerintahan Desa di Aceh Paling Terpukul
Elon Musk Soroti Rencana China Batasi Ekspor Perak, Industri Global Berpotensi Terdampak