INSIBERNEWS - Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi dan sulit dijangkau.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa pengiriman tenaga kesehatan dilakukan secara berkelanjutan.
Tenaga yang diturunkan mencakup dokter spesialis, dokter umum, hingga calon dokter yang sedang menjalani program internship.
Baca Juga: Israel Aktifkan Iron Beam, Sistem Laser Baru yang Diklaim Ubah Peta Pertahanan Udara
Langkah ini difokuskan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis meski fasilitas kesehatan di sejumlah daerah belum sepenuhnya pulih. Pemerintah menilai kehadiran tenaga kesehatan di lapangan sangat krusial dalam fase tanggap darurat dan pemulihan awal pascabencana.
“Terkait dengan layanan kesehatan, pemerintah terus melakukan pengiriman fasilitasi relawan, para dokter spesialis, dokter umum, dan juga calon dokter yang sedang internship sebagai relawan kesehatan di daerah terisolir,” kata Pratikno.
Ia menjelaskan, layanan yang menjadi prioritas meliputi kesehatan dasar, tindakan bedah minor, serta pendampingan psikologis atau trauma healing bagi warga terdampak. Banyak korban bencana, terutama anak-anak dan lansia, membutuhkan perhatian khusus tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental.
Baca Juga: Pemulihan Pascabencana Dikebut, Ribuan Warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mulai Huni Hunian Sementara
“Fokus layanan kesehatan mencakup pelayanan dasar, bedah minor, dan trauma healing untuk membantu pemulihan masyarakat,” ujar Pratikno saat konferensi pers di Base Ops Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Selain pengiriman tenaga medis, Pratikno memastikan bahwa fasilitas kesehatan utama di daerah terdampak mulai kembali berfungsi. Seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) dilaporkan telah kembali beroperasi dan melayani masyarakat.
Ia juga menyampaikan perkembangan terkait kondisi puskesmas. Dari total 867 puskesmas yang sempat terdampak bencana, sebagian besar sudah kembali melayani warga, sementara hanya delapan unit yang masih dalam tahap perbaikan.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-42, Slank Rilis Single 'Republik Fufufafa', Angkat Potret Kekacauan Negeri
Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan di lapangan untuk memastikan distribusi layanan berjalan merata. Upaya ini termasuk pengiriman obat-obatan, alat kesehatan, serta dukungan logistik bagi para relawan medis.
Menurut Pratikno, pemulihan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat. Tanpa layanan kesehatan yang memadai, proses pemulihan sosial dan ekonomi akan berjalan lebih lambat.
Artikel Terkait
Harry Styles Kembali Muncul Lewat 'Forever, Forever', Sinyal Comeback yang Bikin Fans Deg-degan
BBRI Tetapkan Cum Date Hari Ini, Beri Kado Awal Tahun Dividen Interim Rp20,6 Triliun untuk Pemegang Saham
Temukan Aksi Sabotase, KSAD Maruli Murka Baut Jembatan Bailey di Aceh Dicuri: Ada Orang Sebiadab Ini Ya
Pamer Pacar Baru, Momen Kebersamaan Nathalie Holscher dan Richard Refanov Bikin Netizen Iri
Legenda Prancis Brigitte Bardot Wafat di 91 Tahun, Ini Jejak Karier dan Warisannya
Rayakan HUT ke-42, Slank Rilis Single 'Republik Fufufafa', Angkat Potret Kekacauan Negeri
Puluhan Desa Lenyap Akibat Bencana, Pemerintahan Desa di Aceh Paling Terpukul
Elon Musk Soroti Rencana China Batasi Ekspor Perak, Industri Global Berpotensi Terdampak
Pemulihan Pascabencana Dikebut, Ribuan Warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mulai Huni Hunian Sementara
Israel Aktifkan Iron Beam, Sistem Laser Baru yang Diklaim Ubah Peta Pertahanan Udara