Panti Jompo di Manado Hangus Dilahap Api! 16 Orang Tewas, DVI Polda Sulut Identifikasi Korban Panti Werdha Damai

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 29 Desember 2025 | 13:52 WIB
Ilustrasi kebakaran (Istimewa)
Ilustrasi kebakaran (Istimewa)

INSIBERNEWS – Insiden kebakaran tragis melanda Panti Werdha Damai di Kota Manado, tepatnya di Lingkungan 7, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, pada Minggu malam (28/12/2025) sekitar pukul 20.00 Wita.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya berhasil diselamatkan.

"Saat ini korban meninggal sebanyak 16 orang, sedangkan data awal menunjukkan belasan lainnya selamat dan sudah dievakuasi," kata Babinsa Ranomuut, Sertu Kreswanto, Senin (29/12/2025).

Baca Juga: Gelombang Protes UMP DKI 2026, Ribuan Aparat Siaga Kawal Aksi Buruh Hari Ini

Proses evakuasi korban berlangsung hingga pukul 01.00 Wita. Korban selamat saat ini masih didata, karena sebagian telah dijemput keluarga, sementara lainnya dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut Kreswanto, Panti Werdha Damai menampung 35 orang lansia dan dua pengawas.

Proses Identifikasi Korban Kebakaran di Manado
Kabid Dokkes Polda Sulawesi Utara, AKBP dr. Tasrif, selaku DVI Commander, menjelaskan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) segera diterjunkan untuk melakukan identifikasi korban.

Dari lokasi kejadian, tim berhasil mengumpulkan 16 kantong jenazah yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado sekitar pukul 00.39 Wita untuk proses identifikasi lanjutan.

Baca Juga: Romo FX Mudji Sutrisno Tutup Usia, Kapel Kolese Kanisius Jadi Tempat Persemayaman

Proses identifikasi dilakukan dalam dua fase. Fase pertama meliputi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sedangkan fase kedua adalah fase antemortem.

Pada fase ini, tim DVI mengumpulkan data dari keluarga korban, termasuk riwayat pengobatan umum maupun perawatan gigi, rekam medis, sidik jari, dan dokumen resmi lain. Selain itu, sampel DNA keluarga juga diambil untuk membantu rekonsiliasi identitas korban.

AKBP dr. Tasrif menghimbau masyarakat yang memiliki anggota keluarga yang mungkin menjadi korban untuk segera mengunjungi posko antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

Baca Juga: Kasus Viral Pengusiran Nenek Elina di Surabaya, Wali Kota Siapkan Satgas Anti-Preman

“Kerja sama dari keluarga dan masyarakat sangat kami harapkan agar proses identifikasi dapat berjalan dengan cepat dan akurat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X