INSIBERNEWS - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bekasi sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari, 26 Desember 2025, memicu banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya sembilan titik terdampak genangan air.
Genangan tersebut tersebar di tiga kecamatan dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 135 sentimeter di titik terdalam.
Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama pada jalur permukiman dan akses jalan lingkungan.
Baca Juga: Hadapi Cuaca Buruk, BPBD Minta Warga untuk Tidak Rayakan Tahun Baru di Pantai
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid, menjelaskan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang menjadi pemicu utama terjadinya banjir kali ini.
“Hujan dengan intensitas deras disertai angin kencang di beberapa titik wilayah Kota Bekasi mengakibatkan terjadinya genangan atau banjir,” kata Idham Khalid di Bekasi, Jumat pagi, 26 Desember 2025.
Ia menyebutkan, sebagian genangan muncul akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan dalam waktu singkat. Selain itu, aliran air yang tersendat di sejumlah saluran juga memperparah kondisi di lapangan.
Baca Juga: Natal Penuh Kehangatan di Dusun Thekelan, Warga Lintas Iman Sambut Jemaat Gereja dengan Pelukan
BPBD Kota Bekasi bersama dinas terkait, termasuk Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), langsung melakukan pemantauan intensif di lokasi terdampak. Petugas disiagakan untuk memastikan kondisi banjir tidak meluas.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pengoperasian pompa air secara maksimal di titik-titik rawan. Upaya ini ditujukan untuk mempercepat penurunan muka air dan meminimalkan dampak terhadap permukiman warga.
Selain penanganan teknis, BPBD juga berkoordinasi dengan aparat wilayah setempat untuk memastikan keselamatan warga. Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Baca Juga: UMP DKI 2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Siapkan Gugatan dan Aksi Jalanan
BPBD mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi selama musim penghujan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Warga juga diimbau untuk tidak melintasi genangan air yang ketinggiannya tidak diketahui, guna menghindari risiko kecelakaan atau terseret arus. Arahan petugas di lapangan diharapkan dapat dipatuhi demi keselamatan bersama.
Artikel Terkait
Arus Libur Nataru Mengalir Deras, Stasiun Pasar Senen Jadi Titik Padat Kedua di Jakarta
MUI Ajak Isi Malam Tahun Baru dengan Doa, Wujud Empati untuk Korban Banjir Sumatra
Siap Tayang Lebaran 2026, ‘Danur: The Last Chapter’ Jadi Penutup Kisah Risa
Punya Gangguan Insomnia? Sebaiknya Hindari Dulu Konsumsi Makanan Ini
Tanpa Lonceng Gereja, Natal di Gaza Hanya Diwarnai Suara Drone dan Militer
Libur Nataru Berujung Duka, Mahasiswi Tewas Tersambar Petir di Gunung Merbabu
UMP DKI 2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Siapkan Gugatan dan Aksi Jalanan
Viral! Aksi Heroik Petugas Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Masjidil Haram
Natal Penuh Kehangatan di Dusun Thekelan, Warga Lintas Iman Sambut Jemaat Gereja dengan Pelukan
Hadapi Cuaca Buruk, BPBD Minta Warga untuk Tidak Rayakan Tahun Baru di Pantai