INSIBERNEWS - Aceh Tengah masih berjuang menghadapi dampak lanjutan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Selain merusak infrastruktur dan memutus akses transportasi, bencana alam ini juga memicu krisis energi, terutama kelangkaan bahan bakar dan gas LPG.
Setelah sebelumnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sempat terhenti di sejumlah daerah, kini warga harus menghadapi kenyataan sulit akibat menipisnya stok gas LPG untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Warga Takengon Manfaatkan Kayu Hanyut sebagai Bahan Bakar
Di tengah keterbatasan gas LPG, warga di Takengon mulai mencari alternatif agar aktivitas dapur tetap berjalan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan kayu hanyut di sungai untuk dijadikan kayu bakar.
Baca Juga: Warga Korban Bencana Marah, Tuding Ada Mafia Kayu di Sisa Banjir Aceh Tamiang
Melalui unggahan akun Instagram @masjidnurulashri, terlihat sejumlah warga turun langsung ke sungai untuk menepikan potongan kayu yang terbawa arus. Kayu-kayu tersebut kemudian disusun rapi di pinggiran sungai dan dimanfaatkan sebagai pengganti gas.
Dalam keterangan unggahan yang dibagikan pada Sabtu, 20 Desember 2025, disebutkan bahwa keterbatasan LPG memaksa warga kembali menggunakan cara tradisional demi memenuhi kebutuhan memasak.
Reaksi Warganet: Prihatin Sekaligus Kagum
Aksi warga Takengon tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi lingkungan, terutama melihat banyaknya kayu yang hanyut sebagai tanda kerusakan di wilayah hulu sungai.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 14 Rumah di Kapuk Muara, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi atas ketangguhan dan kemandirian masyarakat Aceh dalam menghadapi situasi sulit. Warganet menilai langkah tersebut sebagai bentuk adaptasi dan ketahanan warga di tengah keterbatasan pascabencana.
Distribusi BBM Aceh Tengah Mulai Pulih Lewat Jalur Udara
Sementara itu, pemerintah dan pihak terkait mulai melakukan upaya pemulihan distribusi energi. Pasokan BBM ke Aceh Tengah kini kembali berjalan melalui jalur udara, menyusul kondisi darat yang sebelumnya terputus akibat longsor dan banjir.
Aceh Tengah sempat mengalami isolasi total sehingga distribusi BBM dan LPG terhambat parah. Bahkan, harga BBM dilaporkan melonjak hingga Rp100 ribu per liter, karena pengangkutan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki.
Baca Juga: Tenaga Terkuras, Warga Pidie Jaya Bertahan Membersihkan Lumpur Sisa Banjir Bandang
Hingga Jumat, 19 Desember 2025, sejumlah SPBU di Aceh Tengah, termasuk wilayah Takengon, dilaporkan mulai kembali beroperasi secara bertahap. Meski demikian, pemulihan pasokan LPG masih menjadi tantangan yang perlu segera ditangani.
Artikel Terkait
Menkeu Buka Suara soal Wacana Baju Sisa Ekspor untuk Korban Bencana Sumatera
Kebakaran Hanguskan 14 Rumah di Kapuk Muara, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Warga Korban Bencana Marah, Tuding Ada Mafia Kayu di Sisa Banjir Aceh Tamiang
Berhasil Selamatkan 20 Warga Tamiang saat Banjir, Sertu Giman: Saya Minta Kekuatan pada Allah
Menhub Ajak Masyarakat Manfaatkan Mudik Gratis Akhir Tahun, 33 Ribu Kursi Tersedia