INSIBERNEWS - Dalam menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendesak warga untuk segera bergabung dalam program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah.
Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, yang sering kali menimbulkan bahaya keselamatan bagi para pemudik.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan PP Baru, Jabatan ASN untuk Polisi Aktif Bakal Dibatasi Ketat
Menurut Dudy, tradisi mudik dengan motor masih menjadi faktor utama peningkatan kecelakaan lalu lintas selama musim libur panjang. Data dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kelelahan pengendara dan kondisi jalan yang padat sering berujung pada insiden tragis, sehingga program ini menjadi solusi preventif yang krusial.
"Kami ingin masyarakat bisa pulang kampung dengan tenang, tanpa harus mempertaruhkan nyawa di atas roda dua untuk jarak ratusan kilometer," kata Dudy dalam konferensi persnya baru-baru ini.
Untuk periode Nataru ini, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan kuota besar sebanyak 33.039 kursi penumpang, ditambah fasilitas angkut untuk 5.628 unit sepeda motor. Program ini mencakup tiga moda transportasi utama: darat, rel, dan laut, yang semuanya dirancang untuk memudahkan akses ke berbagai daerah tujuan.
Baca Juga: Sempat Dilaporkan Inara Rusli, Insanul Fahmi Sebut Akan Adil Kepada Inara Dan Mawa
Di sektor bus darat, tersedia 3.080 tempat duduk dan ruang untuk 60 motor, dengan 10 rute prioritas menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur—wilayah yang selalu ramai oleh pemudik dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Layanan ini tidak hanya gratis, tapi juga dilengkapi dengan fasilitas istirahat dan pengawasan kesehatan dasar selama perjalanan.
Sementara itu, moda kereta api menawarkan kapasitas terbesar dengan 12.780 penumpang dan 5.568 slot motor. Jalur utara dan tengah Pulau Jawa menjadi fokus, membantu mengurangi kemacetan di jalan tol yang biasanya overload saat puncak mudik, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dengan jadwal tetap.
Baca Juga: Nataru 2025-2026 Diprediksi Landai, Polri Tak Perlu Siapkan One Way Nasional
Untuk wilayah kepulauan, jalur laut menyediakan 17.239 kursi melalui 55 rute, yang sangat berguna bagi warga di daerah terpencil seperti Sumatera, Sulawesi, atau Maluku.
Program ini juga bekerja sama dengan operator pelayaran nasional untuk memastikan kapal-kapal dalam kondisi prima, termasuk pemeriksaan rutin terhadap sistem navigasi dan keselamatan penumpang.
Dudy menekankan bahwa semua armada telah lolos uji kelayakan, dengan koordinasi ketat antara pemerintah dan penyedia layanan. Selain itu, tahun ini ditambahkan fitur pemantauan real-time melalui aplikasi mobile, agar pemudik bisa melaporkan isu apa pun selama perjalanan.
Artikel Terkait
10 Tahun Pacaran, Kim Woo Bin dan Shin Min Ah Akhirnya Resmi Menikah
Menkeu Buka Suara soal Wacana Baju Sisa Ekspor untuk Korban Bencana Sumatera
Kebakaran Hanguskan 14 Rumah di Kapuk Muara, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Resmi Berakhir, Indonesia Jadi Runner-up di SEA Games 2025 Thailand dengan Total 333 Medali
Warga Korban Bencana Marah, Tuding Ada Mafia Kayu di Sisa Banjir Aceh Tamiang
Sempat Dilaporkan Inara Rusli, Insanul Fahmi Sebut Akan Adil Kepada Inara Dan Mawa
Pertamina Siagakan Ratusan SPBU dan Agen Elpiji di Jateng Jelang Libur Nataru
Berhasil Selamatkan 20 Warga Tamiang saat Banjir, Sertu Giman: Saya Minta Kekuatan pada Allah
Nataru 2025-2026 Diprediksi Landai, Polri Tak Perlu Siapkan One Way Nasional
Pemerintah Siapkan PP Baru, Jabatan ASN untuk Polisi Aktif Bakal Dibatasi Ketat