INSIBERNEWS - Arus lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diperkirakan tidak akan mengalami lonjakan signifikan. Kepolisian Republik Indonesia menilai situasi ini tidak memerlukan penerapan rekayasa lalu lintas ekstrem seperti sistem one way nasional.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menjelaskan, keputusan tersebut didasarkan pada hasil analisis dan prediksi pertumbuhan kendaraan yang relatif rendah dibandingkan periode libur panjang sebelumnya. Kondisi ini dinilai masih dapat ditangani dengan skema pengaturan lalu lintas yang lebih fleksibel.
Baca Juga: Berhasil Selamatkan 20 Warga Tamiang saat Banjir, Sertu Giman: Saya Minta Kekuatan pada Allah
“Melihat proyeksi volume kendaraan, kemungkinan besar tidak diperlukan one way nasional. Pertumbuhannya sangat rendah,” ujar Faizal dalam keterangannya.
Meski demikian, Polri memastikan pengawasan lalu lintas tetap dilakukan secara intensif dan real-time. Pemantauan arus kendaraan akan mengandalkan sistem indikator warna, mulai dari hijau, kuning, hingga merah, yang menggambarkan tingkat kepadatan di setiap ruas jalan.
Indikator tersebut diperoleh melalui alat penghitung kendaraan yang terpasang di sejumlah titik strategis, terutama di jalur tol, jalur arteri utama, serta kawasan wisata yang berpotensi mengalami peningkatan mobilitas.
Baca Juga: Sempat Dilaporkan Inara Rusli, Insanul Fahmi Sebut Akan Adil Kepada Inara Dan Mawa
Faizal menegaskan, pendekatan pengaturan lalu lintas kali ini lebih mengedepankan langkah-langkah situasional. Jika terjadi kepadatan lokal, kepolisian akan menerapkan rekayasa ringan seperti buka-tutup jalur atau contraflow secara terbatas.
“Contraflow dan buka-tutup jalur tetap kami siapkan, tetapi penerapannya sangat selektif, tergantung gelombang kendaraan di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, skema tersebut dinilai lebih efektif dan minim risiko dibandingkan penerapan one way nasional yang berdampak besar pada arus balik dan aktivitas masyarakat di jalur alternatif.
Baca Juga: Pertamina Siagakan Ratusan SPBU dan Agen Elpiji di Jateng Jelang Libur Nataru
Selain pengaturan lalu lintas, Polri juga meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pengelola jalan tol, serta pemerintah daerah guna memastikan kelancaran perjalanan selama periode Nataru.
Kepolisian turut mengimbau masyarakat agar tetap merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi lalu lintas terkini, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Dengan strategi pengamanan yang lebih adaptif, Polri berharap mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman tanpa perlu pembatasan ekstrem di jalan raya.***
Artikel Terkait
Tenaga Terkuras, Warga Pidie Jaya Bertahan Membersihkan Lumpur Sisa Banjir Bandang
Heboh! Foto Gandengan Bareng Insanul Fahmi, Inara Rusli Sepakat Berdamai?
10 Tahun Pacaran, Kim Woo Bin dan Shin Min Ah Akhirnya Resmi Menikah
Menkeu Buka Suara soal Wacana Baju Sisa Ekspor untuk Korban Bencana Sumatera
Kebakaran Hanguskan 14 Rumah di Kapuk Muara, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Resmi Berakhir, Indonesia Jadi Runner-up di SEA Games 2025 Thailand dengan Total 333 Medali
Warga Korban Bencana Marah, Tuding Ada Mafia Kayu di Sisa Banjir Aceh Tamiang
Sempat Dilaporkan Inara Rusli, Insanul Fahmi Sebut Akan Adil Kepada Inara Dan Mawa
Pertamina Siagakan Ratusan SPBU dan Agen Elpiji di Jateng Jelang Libur Nataru
Berhasil Selamatkan 20 Warga Tamiang saat Banjir, Sertu Giman: Saya Minta Kekuatan pada Allah