Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumatera Telan 1.068 Korban Jiwa, 27 Daerah Masih Tanggap Darurat
Rangkaian video ini memantik respons emosional dari warganet. Banyak yang mengaku tersentuh melihat bagaimana Al-Quran dan perlengkapan ibadah menjadi kebutuhan utama di tengah situasi darurat, bahkan mengalahkan kebutuhan materi lainnya.
“Masya Allah, Al-Qurannya sampai dicium dan dipeluk,” tulis salah satu warganet.
“Binar bahagia kelihatan jelas dari mata ibu itu,” komentar warganet lainnya.
Kisah para pengungsi Aceh ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, bantuan yang dibutuhkan tak selalu soal makanan dan uang. Bagi sebagian orang, ketenangan batin dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan justru menjadi kekuatan utama untuk bertahan dan bangkit kembali.***
Artikel Terkait
Mentan Amran Beri Peringatan Keras Distributor Pupuk, Petani Tak Boleh Dipersulit
Banjir dan Longsor di Sumatera Telan 1.068 Korban Jiwa, 27 Daerah Masih Tanggap Darurat
Jembatan Putus Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bireuen Terpaksa Seberangi Sungai dengan Tali dan Bambu
Sosok Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 2 Ton
Bendungan Ciawi dan Sukamahi Terbukti Efektif Reduksi Banjir Jakarta hingga 27 Persen
Tumpukan Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh Jadi Sorotan, Warga Butuh Baju Sehari-hari
Akui Perannya Jadi ‘Kurir’ Donasi Rp10 Miliar, Ferry Irwandi Soroti Solidaritas Relawan dan Bahaya Narasi Negatif Pascabencana di Sumatera
100 Truk Bantuan dan Lebih dari 1,000 Relawan Dikerahkan Danantara Indonesia dan BP BUMN untuk Penanganan Bencana Sumatera
KPK Tahan Bupati Bekasi dan Ayahnya Usai Terjaring OTT Dugaan Suap Ijon Proyek
Keinginan Sederhana Dua Bocah Pengungsi di Aceh Tamiang Jadi Sorotan: 'Pengen Makan Bakso dan Rendang'