Komentar lain menyebut bahwa permintaan tersebut terasa sederhana, namun sarat makna.
“Mau bilang bakso dan rendang saja rasanya berat untuk mereka, padahal itu hal biasa bagi kita,” tulis akun lainnya.
Baca Juga: Mentan Amran Beri Peringatan Keras Distributor Pupuk, Petani Tak Boleh Dipersulit
Kisah dua bocah pengungsi ini menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak hanya soal rumah yang rusak, tetapi juga tentang anak-anak yang harus menahan keinginan sederhana di tengah kondisi sulit. Di balik keterbatasan, secercah empati dari sesama justru menjadi harapan yang paling berarti.***
Artikel Terkait
Bea Keluar Batu Bara Siap Berlaku 2026, Penerimaan Negara Diproyeksi Naik hingga Rp25 Triliun
Mentan Amran Beri Peringatan Keras Distributor Pupuk, Petani Tak Boleh Dipersulit
Banjir dan Longsor di Sumatera Telan 1.068 Korban Jiwa, 27 Daerah Masih Tanggap Darurat
Jembatan Putus Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bireuen Terpaksa Seberangi Sungai dengan Tali dan Bambu
Sosok Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 2 Ton
Bendungan Ciawi dan Sukamahi Terbukti Efektif Reduksi Banjir Jakarta hingga 27 Persen
Tumpukan Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh Jadi Sorotan, Warga Butuh Baju Sehari-hari
Akui Perannya Jadi ‘Kurir’ Donasi Rp10 Miliar, Ferry Irwandi Soroti Solidaritas Relawan dan Bahaya Narasi Negatif Pascabencana di Sumatera
100 Truk Bantuan dan Lebih dari 1,000 Relawan Dikerahkan Danantara Indonesia dan BP BUMN untuk Penanganan Bencana Sumatera
KPK Tahan Bupati Bekasi dan Ayahnya Usai Terjaring OTT Dugaan Suap Ijon Proyek