INSIBERNEWS - Situasi di kawasan Kalibata Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, berubah mencekam pada Kamis (11/12) malam setelah rangkaian insiden kekerasan terjadi hanya dalam hitungan jam.
Dua orang matel atau mata elang (sebutan bagi pengawas jalanan) mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal, diikuti pembakaran sejumlah warung di sekitar lokasi.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, mengatakan sedikitnya terdapat enam titik api yang muncul hampir bersamaan sekitar pukul 18.30 WIB. Api itu berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran turun ke lokasi.
Sebagian warung yang terbakar dalam kondisi tutup sehingga polisi belum bisa memastikan berapa jumlah bangunan yang terdampak. Namun, kerusakan terlihat cukup parah pada beberapa kios yang letaknya saling berdekatan di sepanjang jalan raya.
Di tengah upaya pemadaman, polisi mulai mendalami kemungkinan keterkaitan antara pembakaran warung dan insiden pengeroyokan dua matel yang terjadi beberapa jam sebelumnya.
Dugaan aksi balasan mulai mencuat setelah salah satu korban pengeroyokan dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka cukup serius.
Baca Juga: Laga Hidup-Mati Timnas U-22, Indonesia Wajib Menang Besar atas Myanmar demi Jaga Tiket Semifinal
Insiden pengeroyokan itu sendiri bermula ketika dua matel disebut menghentikan seorang pengendara motor yang melintas. Belum sempat terjadi percakapan, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tidak jauh dari lokasi.
Dari dalam mobil itu, sekelompok orang turun dan langsung menyerang kedua matel tersebut dengan cepat dan brutal. Serangan berlangsung singkat namun intens, membuat satu korban terkapar tak sadarkan diri di pinggir jalan sebelum akhirnya dinyatakan tewas di rumah sakit.
Setelah melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri. Hingga malam hari, identitas mereka masih belum diketahui, dan polisi kini memburu keberadaan mobil yang digunakan dalam serangan itu berdasarkan rekaman CCTV dari beberapa toko sekitar.
Kapolsek Mansur meminta warga yang memiliki informasi atau rekaman yang berkaitan dengan kejadian tersebut agar segera melapor.
“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui identitas pelaku atau melihat kejadian untuk membantu proses penyelidikan,” ujarnya.
Artikel Terkait
Harga Perak Meroket, Tumbuh Lebih Cepat dari Emas dan Catat Rekor Sepanjang Masa
BGN Sampaikan Duka dan Janji Perketat SOP Usai Mobil MBG Tabrak Siswa di Kalibaru
Alasan Keselamatan, Semua Atlet Kamboja Batal Ikut SEA Games 2025 Thailand
Perkuat Inklusi Keuangan, AgenBRILink Permudah Akses Layanan Perbankan Masyarakat di Perbatasan
Suara Adzan yang Tak Pernah Padam, Kisah Pilu Suami Kehilangan Istri dalam Bencana Banjir dan Longsor Sibolga
Endapan Lumpur Setinggi Dada Hingga Atap, Warga Sumatera Harus Merangkak demi Masuk Rumah
Laga Hidup-Mati Timnas U-22, Indonesia Wajib Menang Besar atas Myanmar demi Jaga Tiket Semifinal
Ammar Zoni Akhirnya Lihat Anak-Anaknya Lewat Video, Irish Bella Dinilai Kooperatif Jaga Hubungan Baik
BNPB Ungkap Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera Hampir Tembus 1.000 Jiwa, Pencarian Masih Berjalan di Banyak Titik
Tim China Kesulitan Deteksi Jenazah Korban Banjir Aceh, Mualem Sebut Kayu Menumpuk Jadi Hambatan Terbesar