Sawah Warga Terendam Akibat Meluapnya Sungai
Air terjun dadakan itu membuat debit sungai meningkat dan akhirnya meluap hingga merendam sawah warga. Rijal memperkirakan sekitar tiga hektare lahan persawahan terdampak banjir.
Padahal, hujan yang memicu kejadian ini berlangsung hanya sekitar dua jam.
Rijal menduga banjir terjadi bukan hanya karena curah hujan yang ekstrem, tetapi juga akibat alih fungsi lahan menjadi vila dan perkebunan, sehingga daya serap tanah menurun drastis.
Mengingat Banjir Bandang 2012 di Kaki Gunung Rinjani
Sembalun dan wilayah sekitarnya pernah mengalami banjir besar pada Maret 2012. Saat itu, ribuan warga harus mengungsi setelah pemukiman mereka terendam luapan sungai.
Daerah yang terdampak paling parah adalah Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, di mana sekitar 700 penduduk mengungsi akibat terjangan air bercampur batu dari Sungai Putik.
Banjir juga melanda desa-desa lain yang berada di kaki Gunung Rinjani, termasuk Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang. Sedikitnya 200 warga dari dua desa tersebut terpaksa dievakuasi akibat luapan sungai yang berhulu di Danau Segara Anak.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Jeddah, Waspada Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
Fenomena “gunung menangis” yang muncul kembali tahun ini menjadi alarm bagi warga dan pemerhati lingkungan untuk lebih memperhatikan kondisi lereng dan tata guna lahan di Sembalun, agar bencana serupa tidak terulang di masa depan. *****
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Astra Turun 16 Persen, Perusahaan Tetap Optimistis Pasar Bakal Pulih Tahun Depan
Dirut Terra Drone Resmi Ditahan, Polisi Telusuri Kelalaian di Balik Kebakaran Maut Kemayoran
Eks Pejabat BTN BSD Didakwa Garap KUR Fiktif Rp13,9 M: Dana Cair ke Rekening Penampung hingga Dipakai Judol
Setelah SEA Games 2025, Erick Thohir Siapkan 'Rapot Merah' untuk Cabor yang Meleset dari Target
Banjir Bandang Terjang Jeddah, Waspada Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
IFG Tegaskan Transparansi Informasi sebagai Pelayanan Publik dan Pilar Penguatan Reputasi Perusahaan