Fenomena Gunung Menangis di Sembalun NTB, Air Terjun Dadakan Muncul Usai Hujan Deras

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 11 Desember 2025 | 18:39 WIB
Menyoroti kemunculan air terjun dadakan di lereng Bukit Sembalun, Lombok Timur yang memicu kekhawatiran warga terhadap bencana banjir bandang.  (Instagram.com/@tante.rempong)
Menyoroti kemunculan air terjun dadakan di lereng Bukit Sembalun, Lombok Timur yang memicu kekhawatiran warga terhadap bencana banjir bandang. (Instagram.com/@tante.rempong)

Sawah Warga Terendam Akibat Meluapnya Sungai
Air terjun dadakan itu membuat debit sungai meningkat dan akhirnya meluap hingga merendam sawah warga. Rijal memperkirakan sekitar tiga hektare lahan persawahan terdampak banjir.

Padahal, hujan yang memicu kejadian ini berlangsung hanya sekitar dua jam.

Rijal menduga banjir terjadi bukan hanya karena curah hujan yang ekstrem, tetapi juga akibat alih fungsi lahan menjadi vila dan perkebunan, sehingga daya serap tanah menurun drastis.

Baca Juga: Ibu Hamil Tewas dalam Kebakaran Terra Drone, Aturan Cuti dan Perlindungan Pekerja Kembali Jadi Bahasan

Mengingat Banjir Bandang 2012 di Kaki Gunung Rinjani
Sembalun dan wilayah sekitarnya pernah mengalami banjir besar pada Maret 2012. Saat itu, ribuan warga harus mengungsi setelah pemukiman mereka terendam luapan sungai.

Daerah yang terdampak paling parah adalah Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, di mana sekitar 700 penduduk mengungsi akibat terjangan air bercampur batu dari Sungai Putik.

Banjir juga melanda desa-desa lain yang berada di kaki Gunung Rinjani, termasuk Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang. Sedikitnya 200 warga dari dua desa tersebut terpaksa dievakuasi akibat luapan sungai yang berhulu di Danau Segara Anak.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Jeddah, Waspada Cuaca Ekstrem di Arab Saudi

Fenomena “gunung menangis” yang muncul kembali tahun ini menjadi alarm bagi warga dan pemerhati lingkungan untuk lebih memperhatikan kondisi lereng dan tata guna lahan di Sembalun, agar bencana serupa tidak terulang di masa depan. *****

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X