Aceh Dilanda Banjir Besar, Seruan HUT GAM Didesak Jadi Momen Menahan Diri

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 4 Desember 2025 | 14:44 WIB
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem (Foto : ist)
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem (Foto : ist)

Menurut mereka, solidaritas jauh lebih bermakna dibandingkan ritual perayaan yang bisa menimbulkan gesekan.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Akar Kisruh NU, Dinamika Organisasi Disebut Jauh dari Spirit Keulamaan

Para tokoh masyarakat Aceh juga mengajak semua pihak menjadikan HUT GAM sebagai pengingat bahwa perjuangan terbesar hari ini bukan lagi soal simbol politik, melainkan bagaimana memastikan warga Aceh dapat melewati masa sulit ini bersama-sama. Mereka menilai penghormatan terhadap sejarah Aceh justru dapat diwujudkan melalui kerja nyata, bukan seremoni.

Di tengah ribuan warga yang masih mengungsi, ratusan rumah rusak berat, dan banyak daerah yang belum bisa diakses bantuan, seruan untuk mengutamakan kepedulian menjadi pesan utama yang kembali digaungkan. Kemanusiaan, bagi mereka, harus tetap berada di atas segala bentuk agenda politik apa pun.

Baca Juga: Kembali Berduka! Aktor Senior Epy Kusnandar Pemeran Kang Mus di Preman Pensiun Tutup Usia

Peringatan HUT GAM tahun ini pun diharapkan bertransformasi menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persatuan. Jika Aceh ingin benar-benar bangkit, maka fokus utamanya adalah menyelamatkan warga, memulihkan daerah, dan menjaga kedamaian yang telah diperjuangkan panjang.

Dalam suasana duka yang menyelimuti banyak desa, pesan Sri Radjasa Chandra dan para tokoh Aceh lainnya menggemakan satu hal yaitu bahwa Aceh hanya bisa pulih jika rasa empati mengalahkan ego, dan solidaritas ditempatkan jauh di atas simbol-simbol perayaan.***

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X