“Prosesnya akan berspektif pada anak, tidak bisa disamakan dengan orang dewasa,” kata Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah.
Ia menegaskan bahwa pendampingan hukum wajib diberikan sepanjang proses pemeriksaan dan persidangan.
Insiden ledakan di SMAN 72 terjadi pada 7 November 2025 saat kegiatan ibadah Jumat tengah berlangsung. Sebanyak 96 orang menjadi korban, terdiri dari 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat. Temuan aparat di lapangan mengungkap adanya tujuh bom di lingkungan sekolah, sebagian telah meledak dan sebagian lainnya dalam kondisi aktif.
Menurut Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, bom tersebut merupakan campuran antara alat kendali jarak jauh dan bom rakitan berbahan pipa logam.
“Total ada tujuh bom. Dua meledak dengan aktivasi receiver yang dikendalikan remote,” jelasnya.
Penyidik memastikan penyelidikan akan terus berjalan secara hati-hati, mengingat kompleksitas kasus serta status pelaku yang masih di bawah umur. Polisi dan lembaga sosial menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah stabilitas kondisi psikologis pelaku sekaligus pemulihan para korban.***
Artikel Terkait
Polri Buka Posko Kemanusiaan, Ajak Warga Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Seluruh Indonesia
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: 'Jangan Korupsi Anggaran Pendidikan, Itu Hak Masa Depan Bangsa!'
BPKB Basah, STNK Hilang Diterjang Banjir? Begini Cara Mengurusnya Tanpa Ribet
Trump Wacanakan Pangkas Pajak Penghasilan Besar-Besaran, Klaim Negara Bisa Hidup dari Tarif
Belanja Pemerintah Tembus Rp1.109 T, Airlangga Sebut Dorong Laju Ekonomi di Akhir 2025
Selalu Dikaitkan dengan Hal Negatif, Jokowi Tegaskan Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP: 'Yang Saya Resmikan itu Bandara Maleo'
Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025 2026, Kapasitas Disebut Bakal Jauh Lebih Besar
Rocky Gerung Kritik Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik dan Bukan Lompatan Teknologi!
BNPB Beberkan Situasi Terkini Banjir Bandang Sumatera: 116 Korban Jiwa, Dua Siklon Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem
Guru 3T Terharu Prabowo Janji Bangun Jembatan Akses Sekolah: 'Beliau Benar-Benar Peduli'