Pelaku Ledakan SMAN 72 Dipindahkan ke Rumah Aman, Polisi Tegaskan Kondisi Psikis Belum Stabil

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 29 November 2025 | 17:10 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, ungkap kondisi pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta. (Dok.Polri)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, ungkap kondisi pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta. (Dok.Polri)

“Prosesnya akan berspektif pada anak, tidak bisa disamakan dengan orang dewasa,” kata Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah.

Ia menegaskan bahwa pendampingan hukum wajib diberikan sepanjang proses pemeriksaan dan persidangan.

Insiden ledakan di SMAN 72 terjadi pada 7 November 2025 saat kegiatan ibadah Jumat tengah berlangsung. Sebanyak 96 orang menjadi korban, terdiri dari 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat. Temuan aparat di lapangan mengungkap adanya tujuh bom di lingkungan sekolah, sebagian telah meledak dan sebagian lainnya dalam kondisi aktif.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tunggal Aktor Gary Iskak yang Hilang Kendali saat Kendarai Motor di Pesanggrahan

Menurut Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, bom tersebut merupakan campuran antara alat kendali jarak jauh dan bom rakitan berbahan pipa logam.

“Total ada tujuh bom. Dua meledak dengan aktivasi receiver yang dikendalikan remote,” jelasnya.

Penyidik memastikan penyelidikan akan terus berjalan secara hati-hati, mengingat kompleksitas kasus serta status pelaku yang masih di bawah umur. Polisi dan lembaga sosial menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah stabilitas kondisi psikologis pelaku sekaligus pemulihan para korban.***

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X