Jelang Nataru, Prabowo Tambah Kuota Gas 3 Kg: Pemerintah Pastikan Tak Ada Kekurangan Pasokan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 November 2025 | 13:45 WIB
Ilustrasi Gas LPG 3KG (Foto : Istimewa)
Ilustrasi Gas LPG 3KG (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Pemerintah resmi menambah kuota liquid petroleum gas (LPG) 3 kilogram bersubsidi untuk kebutuhan masyarakat pada tahun anggaran 2025. Kebijakan ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran kementerian terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa Presiden memberikan instruksi tegas agar pasokan LPG 3 kg—yang menjadi kebutuhan harian masyarakat kecil—tidak mengalami kelangkaan, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya meningkatkan konsumsi.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Dewan Kesejahteraan Keuangan, Lengkapi Peran DNKI untuk Jaga ‘Kesehatan Finansial’ Warga

Menurut Bahlil, pemerintah menambahkan kuota sekitar 350 ribu ton dari angka yang sebelumnya tercantum dalam draf APBN. Langkah ini disebut penting agar distribusi tetap aman meski permintaan naik signifikan di sejumlah daerah.

“Tadi dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden menyangkut LPG, kita ada penambahan kuota. Di draf APBN itu 8.160.000 ton. Kita tambah kurang lebih sekitar 350 ribu ton,” kata Bahlil kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa tambahan ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah agar masyarakat tidak perlu panik, sekaligus memastikan stabilitas harga di tingkat pengecer. Bahlil menegaskan bahwa tidak boleh ada kondisi di mana masyarakat kecil kesulitan mendapatkan gas melon meskipun permintaan musiman meningkat.

Baca Juga: A400 Dikerahkan, Prabowo Gaspol Kirim Bantuan Darurat untuk Ibu, Bayi, dan Lansia di Sumatra

Selain menjaga ketersediaan, pemerintah juga memperkuat pengawasan distribusi untuk mencegah penyelewengan. Bahlil menyebut bahwa pemerintah ingin memastikan LPG subsidi benar-benar sampai ke kelompok sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan industri atau pelaku usaha yang tidak berhak.

Di sisi lain, peningkatan kuota ini juga diiringi koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah. Tujuannya agar stok tambahan bisa segera didistribusikan ke titik-titik yang selama ini rawan kekurangan pasokan seperti wilayah pinggiran kota, daerah padat penduduk, dan lokasi yang konsumsi energinya melonjak saat liburan panjang.

Baca Juga: Jadi Poin Pemakzulan Gus Yahya, Syuriyah PBNU Soroti Dugaan Temuan TPPU Rp100 M

Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada stabilitas energi rumah tangga. Menurutnya, pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani akibat kelangkaan atau harga yang melambung, terutama menjelang akhir tahun yang identik dengan peningkatan pengeluaran keluarga.

“Bapak Presiden ingin memastikan semuanya aman. Masyarakat jangan sampai kesulitan mencari gas, apalagi ini kebutuhan dasar,” ucap Bahlil.

Dengan penambahan kuota ini, pemerintah berharap kondisi pasokan LPG 3 kg tetap aman hingga awal tahun dan distribusi berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah juga memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan dan penyesuaian dapat diambil sewaktu-waktu bila diperlukan.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X