Jadi Poin Pemakzulan Gus Yahya, Syuriyah PBNU Soroti Dugaan Temuan TPPU Rp100 M

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 28 November 2025 | 12:44 WIB
Menelusuri jejak skandal audit internal yang mencuatkan dugaan TPPU dalam poin pemecatan Ketum PBNU, Gus Yahya.  (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)
Menelusuri jejak skandal audit internal yang mencuatkan dugaan TPPU dalam poin pemecatan Ketum PBNU, Gus Yahya. (Instagram.com/@yahyacholilstaquf)

INSIBERNEWS - Usai kabar pemakzulan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dari kursi Ketua Umum, sebagian publik kini menyoroti isu tata kelola keuangan di lingkungan internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Diakui oleh Katib Syuriyah PBNU, KH Sarmidi Husna, terdapat dokumen audit internal organisasi tahun 2022 yang memuat dugaan penyimpangan serius, salah satunya indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp100 miliar.

Disebutkan, bahwa temuan audit itu masuk dalam salah satu poin pertimbangan saat syuriyah merumuskan langkah organisasi terkait evaluasi kepemimpinan Ketua Umum PBNU saat itu, Gus Yahya.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Tergelincir, Pasar Semakin Yakin The Fed Bakal Turunkan Suku Bunga

“Masuk di klaster pertimbangan poin ketiga, ranah tata kelola keuangan,” kata Sarmidi kepada awak media di Hotel Sultan, Jakarta, pada Kamis, 27 November 2025.

Sarmidi menegaskan, frasa tersebut sebagai salah satu elemen dalam rangkaian alasan organisasi, bukan konteks tunggal.

Meski begitu, anggota Syuriyah PBNU itu mengonfirmasi, dugaan TPPU menjadi bagian dari diskursus internal yang dinilai berisiko menyeret nama besar lembaga jika tak ditangani hati-hati.

Baca Juga: Pelatih Yakin Timnas 3x3 Indonesia Bisa Tembus Semifinal SEA Games 2025

Terlebih, lanjut Sarmidi, posisi temuan tersebut yang dikategorikan sebagai urusan kelembagaan membuat PBNU belum bisa membuka detailnya ke publik.

“Karena itu bagian dari dokumen internal, kami tidak bisa menguraikannya secara rinci. Semoga bisa dipahami,” ujar Sarmidi.

Kaget Dokumen Itu Viral
Sarmidi mengaku kaget ketika mendapati kabar laporan yang semula diklasifikasikan sebagai konsumsi internal malah beredar luas di media sosial.

“Audit ini niatnya hanya untuk lingkup kelembagaan, bahan evaluasi. Saya juga tidak tahu bagaimana bisa bocor, tiba-tiba jadi cerita besar di medsos dan media massa,” kata Sarmidi.

Ia membenarkan, bahwa data alur masuk yang tersaji dalam dokumen yang viral itu bukan fiksi.

Baca Juga: Undangan Pernikahan Kim Woo Bin dan Shin Min Ah Curi Perhatian, Desain Handmade Tuai Pujian

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X