Momen Krusial: Bersatunya Umara dan Ulama
Fokus utama yang dinanti publik adalah harapan panitia untuk menjadikan Reuni Akbar 212 sebagai wadah kebersamaan antara pemerintah (ulil amri/umaro) dan umat dalam suasana yang khusyuk dan penuh semangat kebangsaan.
Panitia berharap kehadiran Presiden Prabowo dan pejabat publik dapat menjadi simbol rekonsiliasi dan sinergi antara pemimpin negara dan tokoh agama.
"Kami sudah mengundang seluruh elemen masyarakat, ormas-ormas Islam, termasuk Presiden Prabowo Subianto beserta menteri dan pejabat publik terkait," ujar Shobri.
"Insya Allah, kita akan sama-sama berkumpul antara umaro dan ulama serta umat Islam untuk meminta kepada Allah SWT hidayah, keamanan, dan keberkahan bagi Indonesia."
Baca Juga: MUI Desak Pemerintah dan DPR untuk Evaluasi Aturan Lewat Fatwa Terbaru
Imbauan Penting bagi Peserta
Mengingat kegiatan digelar pada musim hujan, panitia menyerukan partisipasi umat Islam dari berbagai daerah untuk hadir dengan persiapan matang.
Peserta diimbau untuk membawa perlengkapan pribadi seperti sajadah, payung, atau jas hujan.
Reuni Akbar 212 (2/12/2025) di Monas bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga panggung politik moral yang menyuarakan isu-isu sentral mulai dari "Revolusi Akhlak" hingga dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina (**)
Artikel Terkait
Tarif Listrik Tetap, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan hingga Akhir November
Mahfud MD Soroti Arah Demokrasi RI: Prosedur Semakin Ramai, Substansinya Makin Hilang?
Ogah Legalkan Thrifting, Mendag Soroti Kontroversi Balpress Ilegal: Dilarang Bukan karena Tak Bayar Pajak
Tegas! Mentan: Beras Sabang 250 Ton Ilegal Tanpa Izin, Ancam Copot Pejabat Tak Patuh Presiden