Noda Ingatkan Takaichi: Jangan Biarkan Hubungan Jepang–Tiongkok Makin Panas

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 24 November 2025 | 11:05 WIB
Perdana Menteri Jepang - Sanae Takaichi (Foto : Dok/Kyodo)
Perdana Menteri Jepang - Sanae Takaichi (Foto : Dok/Kyodo)

INSIBERNEWS - Ketua Partai Demokrat Konstitusional Jepang, Yoshihiko Noda, kembali angkat suara terkait memanasnya hubungan Tokyo–Beijing setelah pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai potensi darurat Taiwan memicu respons keras dari Tiongkok.

Saat berbicara kepada wartawan di Prefektur Tottori pada Minggu, 23 November 2025, Noda menyebut pernyataan Takaichi di parlemen itu sebagai sesuatu yang “melampaui konteks”. Ia menilai sikap tersebut wajar menimbulkan keresahan di Beijing dan membuat komunikasi kedua negara kembali tegang.

Baca Juga: Tragis! Pencuri Kabel Tewas Tersengat Listrik di Kolong Jembatan Sunter, Polisi: Bawa Golok hingga Linggis

Noda menegaskan bahwa Takaichi perlu memberikan penjelasan lebih rinci kepada publik dan komunitas internasional mengenai maksud sebenarnya dari ucapannya.

“Pemerintah tak boleh membiarkan ruang kosong yang menimbulkan salah tafsir,” ujar Noda, mengingatkan pentingnya transparansi dalam isu-isu sensitif.

Politikus senior itu juga mengenang masa pemerintahannya pada 2012, ketika hubungan Jepang–Tiongkok memburuk setelah keputusan menempatkan Kepulauan Senkaku di bawah kendali negara.

Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa ketegangan diplomatik dapat berkembang menjadi krisis yang lebih luas jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Baca Juga: Tips Cerdas Atur Uang Biar Liburan Akhir Tahun Tetap Seru Tanpa Boncos

Menurutnya, Jepang dan Tiongkok selama ini memiliki hubungan strategis yang saling menguntungkan, sehingga dialog harus tetap berjalan bahkan dalam situasi sensitif seperti isu Taiwan. Ia menekankan perlunya komunikasi pada berbagai tingkatan, mulai dari saluran diplomatik resmi hingga pertemuan antarmenteri.

Di sisi lain, Takaichi sendiri dikenal sebagai tokoh konservatif yang vokal dalam hal keamanan nasional. Dalam pernyataannya di parlemen, ia mengatakan bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan dapat dianggap sebagai ancaman terhadap keberlangsungan Jepang, sebuah pernyataan yang membuka pintu bagi penggunaan hak bela diri kolektif bersama Amerika Serikat.

Baca Juga: Drama Valero Berakhir dengan Hasil Imbang 2-2, Madrid Tetap Kuasai Puncak

Pernyataan itu juga memunculkan spekulasi bahwa Pasukan Bela Diri Jepang dapat terlibat langsung dalam mendukung AS jika Tiongkok melakukan blokade atau tekanan militer terhadap Taiwan. Langkah tersebut dinilai sebagian analis berpotensi mengubah peran Jepang dalam keamanan regional.

Dari Beijing, Menteri Luar Negeri Wang Yi menegur keras posisi Takaichi dengan menyebut bahwa “kekuatan sayap kanan Jepang tidak boleh dibiarkan mengulang sejarah atau membangkitkan kembali semangat militerisme.”

Pernyataan itu dipandang sebagai sindiran langsung terhadap arah kebijakan Takaichi yang semakin tegas terhadap isu Taiwan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X