Melemahnya Pertumbuhan Kredit UMKM Tuai Sorotan, Begini Kata Gubernur BI

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 20 November 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (dok ist)
Ilustrasi Bank Indonesia (dok ist)

INSIBERNEWS - Turun dari periode sebelumnya, pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melambat signifikan pada Oktober 2025, dan hanya tumbuh 0,11 persen secara tahunan (yoy).

Pelemahan ini dinilai tidak terlepas dari melemahnya permintaan kredit di tengah sikap pelaku usaha yang cenderung menahan ekspansi.

Disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, bahwa perlambatan kredit UMKM terjadi sejalan dengan menurunnya pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan.

Baca Juga: Prabowo Minta Siswa Tak Lagi Sambut di Jalanan Saat Kunjungan Kerja, Ini Alasannya

Kredit perbankan pada Oktober 2025 tumbuh 7,36 persen (yoy), lebih rendah dibanding 7,70 persen (yoy) pada September 2025.

“Kondisi ini memengaruhi pertumbuhan kredit UMKM Oktober 2025 yang turun menjadi sebesar 0,11 persen (yoy),” ujar Perry dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu, 19 November 2025.

Perry kemudian menjelaskan tiga faktor utama penyebab permintaan kredit belum menguat.

Baca Juga: Proyeksi Anggaran MBG Tahun 2026, Kepala BGN Berencana Gelontorkan Rp1,2 Triliun per Hari

Pertama, pelaku usaha dinilai masih menahan ekspansi karena menunggu kondisi ekonomi yang lebih stabil.

Kedua, banyak korporasi memilih memaksimalkan pembiayaan internal daripada mengambil kredit baru.

Ketiga, suku bunga kredit masih dianggap relatif tinggi untuk sebagian pelaku usaha.

“Permintaan kredit yang belum kuat dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih menahan ekspansi (wait and see), optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, dan suku bunga kredit yang masih relatif tinggi,” jelas Perry.

Baca Juga: Camp Nou Akhirnya Hidup Lagi, Barcelona Gelar Laga Liga Champions Perdana Setelah Tiga Tahun

Sikap tersebut membuat perbankan tidak melihat pertumbuhan signifikan dalam pengajuan kredit baru, termasuk dari segmen UMKM yang biasanya menjadi motor penopang ekonomi domestik.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X