INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keterlambatan distribusi 288.000 unit interactive flat panel (IFP) atau smartboard ke sekolah-sekolah tidak perlu dipersoalkan. Ia menyebut proses pengiriman ke seluruh pelosok Indonesia memiliki tantangan tersendiri yang tidak bisa dipaksakan.
“Selalu saya pesankan, jangan dipaksa. Kalau memang mundur-mundur, 1, 2, 3 minggu, jangan jadi masalah. Karena saya tahu banyak daerah itu sangat sulit. Tadi sepintas kita lihat di video, ada yang pakai perahu, ada yang pakai motor sampai ke desa-desa,” ujar Prabowo saat peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin.
Baca Juga: Mendikdasmen Siapkan Tim Anti-Bullying di Sekolah, Kasus Siswa SMPN 19 Tangsel Jadi Alarm Serius
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah memahami kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam. Karena itu, proses pendistribusian ke daerah-daerah tertentu membutuhkan waktu tambahan agar perangkat benar-benar sampai dengan aman.
Ia mengatakan bahwa kehadiran smartboard di sekolah merupakan salah satu langkah besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern bagi seluruh anak Indonesia.
Baca Juga: Geger! Amukan Pria Diduga ODGJ di Purwakarta Bacok Lima Warga, Satu Korban Alami Luka di Leher
Menurutnya, anak-anak di seluruh pelosok wajib mendapat kesempatan pendidikan yang sama, tak peduli mereka tinggal di kota besar ataupun desa terpencil. Pemerataan kualitas pendidikan menjadi salah satu fokus dirinya sejak awal menjabat.
Prabowo kemudian menegaskan komitmennya untuk memperbaiki berbagai persoalan pendidikan, mulai dari peningkatan mutu guru, pembaruan kurikulum, hingga pembangunan fasilitas fisik dan digital di sekolah.
Upaya distribusi smartboard juga berkaitan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 mengenai revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, hingga percepatan digitalisasi pembelajaran yang menjadi arah kebijakan pendidikan nasional.
Baca Juga: Redenominasi Rupiah Makin Ramai Dibahas, Publik Khawatir Soal Efek Psikologis
Nantinya, smartboard akan digunakan sebagai sarana pembelajaran jarak jauh maupun tatap muka yang interaktif, memungkinkan seorang guru mengajar ribuan siswa dari berbagai daerah secara real time tanpa mengurangi kualitas interaksi.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan pengiriman sekitar 288.000 unit IFP ke lebih dari 330 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Distribusi dilakukan bertahap sesuai kesiapan sekolah dan kondisi geografis masing-masing wilayah.
Hingga saat ini, laporan terakhir menunjukkan bahwa 215.572 unit telah dikirimkan, dengan 172.550 di antaranya sudah sampai di sekolah tujuan. Sementara itu, 43.022 unit lainnya masih dalam proses perjalanan.
Baca Juga: Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Masih Diliputi Trauma, Pemerintah Genjot Pendampingan Psikologis
Artikel Terkait
GEGANA! Polisi Amankan Direktur dan Komisaris Perusahaan di Gudang 42.000 Liter BBM Ilegal: Skandal Terbesar di Babel?
Pemerintah Pastikan Harga Beras Tak Melambung Jelang Nataru 2026
Saut Situmorang Soroti Inkonsistensi KPK dan Nilai-Nilai yang Mulai Memudar
Park Bom Bikin Heboh Lagi, Unggah Kolase Foto Bareng Lee Min Ho yang Bikin Fans Terbelalak
Jelang Coachella 2026, Justin Bieber Nekat Tetap Latihan Meski Cedera Tulang Rusuk Gegara Onewheel
Timnas CP Indonesia Kunci Tiket Semifinal Usai Tumbangkan Jepang dalam Laga Menegangkan
Redenominasi Rupiah Makin Ramai Dibahas, Publik Khawatir Soal Efek Psikologis
Geger! Amukan Pria Diduga ODGJ di Purwakarta Bacok Lima Warga, Satu Korban Alami Luka di Leher
Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Masih Diliputi Trauma, Pemerintah Genjot Pendampingan Psikologis
Mendikdasmen Siapkan Tim Anti-Bullying di Sekolah, Kasus Siswa SMPN 19 Tangsel Jadi Alarm Serius