Setelah itu, Saut menyinggung soal Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang sempat turun tajam ke level 34 namun kemudian naik menjadi 37 setelah pelantikan Presiden Prabowo. Ia menganggap kenaikan tersebut sebagai sinyal bahwa publik mulai melihat perbaikan, meski pekerjaan besar masih menunggu.
Di sisi lain, Indonesian Corruption Watch (ICW) juga memberikan pandangan serupa. Aktivis ICW, Almas Sjafrina, menyebut bahwa pada 2024 memang terjadi penurunan signifikan dalam kinerja penindakan korupsi, baik oleh KPK, kepolisian, maupun kejaksaan. Kondisi itu membuat peningkatan yang terjadi belakangan ini terlihat lebih menonjol.
“Makanya, sekarang setelah KPK dan Kejaksaan mulai genjot lagi menindak kasus korupsi, kelihatan sekali KPK itu baru ‘bangun tidur’,” ucap Almas.
Ia berharap momentum peningkatan penindakan ini tidak hanya menjadi semangat sementara. Menurutnya, yang perlu dijaga adalah konsistensi agar lembaga penegak hukum tidak kembali melemah setelah mulai mendapat kepercayaan publik.***
Artikel Terkait
Timnas U-22 Indonesia Bakal Lawan Mali, Mauro Ziljlstra Beberkan Kondisi dan Kendala Skuad Garuda Muda
Prabowo Bersama Raja Abdullah II Saksikan Demontrasi Drone dari TNI dan AB Yordania
Siswa SMP di Tangsel Viral Usai Diduga Alami Bullying, Polisi Periksa 4 Saksi
Dukung Produk Kerajinan Lokal, Pundi Craft Tumbuh Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI
Stabilkan Pasokan Emas Nasional, Antam Sambut Positif Freeport yang Kembali Beroperasi
Sempat Koma Sebelum Meninggal Dunia, Wakil Wali Kota Tangsel Janji Usut Tuntas Dugaan Kasus Bullying di SMPN 19
Perkuat Pertahanan Laut, Pemerintah Berencana Produksi Massal KSOT Mulai 2026
RI Siap Produksi Massal KSOT, Begini Perbandingannya dengan AS, Rusia, hingga China
GEGANA! Polisi Amankan Direktur dan Komisaris Perusahaan di Gudang 42.000 Liter BBM Ilegal: Skandal Terbesar di Babel?
Pemerintah Pastikan Harga Beras Tak Melambung Jelang Nataru 2026