INSIBERNEWS - Isu mengenai keterlambatan pembayaran gaji atau upah bagi para petugas dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah ramai dibincangkan.
Terkait hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindaya mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji para petugas MBG.
Merespon kekhawatiran publik, Dadan memastikan bahwa proses pembayaran gaji bagi petugas MBG, termasuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kelompok III, tenaga ahli gizi, dan tenaga akuntan akan selesai paling lambat pada pekan ini.
Baca Juga: Kemen PANRB Matangkan Strategi Pemindahan ASN dan KL ke IKN Jelang 2028
“Ini ada keterlambatan, tapi insya Allah paling lambat hari Minggu seluruh uang itu sudah akan masuk di rekening,” kata Dadan kepada awak media di Jakarta, pada Kamis, 13 November 2025.
Dijelaskan, alasan keterlambatan pembayaran disebabkan oleh proses penyesuaian administrasi dan pergeseran anggaran dari pos Pegawai Pemerintah dalam Perjanjian Kerja (PPPK) ke pos konsultan perorangan.
Kepala MBG itu menyatakan, pihaknya akan memastikan seluruh proses kini sudah dalam tahap akhir penyelesaian.
Baca Juga: Pramono Anung Bantah Ada Aksi Bullying di SMAN 72, Sebut ABH Pelaku Ledakan Terhasut Tayangan
“Terkait gaji SPPI, batch I dan II sudah berstatus PPPK sehingga tidak ada kendala pembayaran," terang Dadan.
"SPPI batch III yang masih digaji dengan sistem konsultan perorangan perlu proses administrasi tambahan. Jadi kami hanya melakukan pergeseran anggaran yang biasanya dilakukan setiap tanggal 6," jelasnya.
Bantah Tudingan Telat Bayar Gaji 2 Bulan
Di sisi lain, Dadan menegaskan keterlambatan tidak berlangsung hingga 2 bulan seperti narasi yang beredar di media sosial (medsos), melainkan hanya 6 hari.
Dadan lalu menyebut, seluruh hak tenaga lapangan akan dibayarkan secara penuh dan berjanji kejadian serupa tidak akan terulang.
Baca Juga: Uang Miliaran Hangus! Mobil BNI Pengangkut Uang Rp5,2 M Terbakar di Polewali Mandar
“Seluruh kendala sudah kami petakan, dan kami berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Artikel Terkait
Soal Polemik Utang Whoosh, ICW Sebut Perencanaan Proyek Pemerintah Kurang Matang
Rismon Sianipar Pamer Buku ‘Gibran End Game, Sebut Isinya soal Dugaan Wapres yang Tak Punya Ijazah SMA
Uang Miliaran Hangus! Mobil BNI Pengangkut Uang Rp5,2 M Terbakar di Polewali Mandar
Selain Pembuktian Asli, Mantan Kabareskrim Susno Duadji Sebut Ijazah Jokowi Harus Sah
Pramono Anung Bantah Ada Aksi Bullying di SMAN 72, Sebut ABH Pelaku Ledakan Terhasut Tayangan