“Pemerintah ingin memastikan proyek ini bisa beroperasi dengan sehat secara keuangan. Jadi kita tidak hanya fokus pada utangnya, tapi juga bagaimana proyek ini memberikan manfaat ekonomi jangka panjang,” jelas Purbaya.
Seperti diketahui, proyek KCJB semula direncanakan menelan biaya sekitar 6,07 miliar dolar AS. Namun, setelah revisi dan tambahan biaya selama masa konstruksi, total anggaran membengkak menjadi sekitar 7,28 miliar dolar AS.
Sebagian besar pembiayaan berasal dari pinjaman Bank Pembangunan China (CDB) yang kini tengah dibahas mekanisme pembayarannya.
Baca Juga: Mayat Pria Terikat Ditemukan di Tol Jagorawi, Polisi Duga Korban Pembunuhan
Dengan pengiriman tim ke China nanti, pemerintah berharap bisa menemukan kesepakatan yang saling menguntungkan. Purbaya menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara kedua negara agar proyek strategis seperti Whoosh bisa terus berjalan tanpa menimbulkan persoalan finansial di kemudian hari.***
Artikel Terkait
Heboh! Kabar Jackie Chan Meninggal Dunia, Ternyata Cuma Hoaks Lama yang Terulang Lagi
Mayat Pria Terikat Ditemukan di Tol Jagorawi, Polisi Duga Korban Pembunuhan
Truk Tangki Terguling di Depan Pasar Kalijambe, Satu Orang Tewas dan Tiga Luka-Luka
Pemerintah Belum Bahas Pemulangan Reynhard Sinaga, Yusril: Masih Perlu Kajian Mendalam
Prabowo Siapkan Dewan Kesejahteraan Pekerja dan Satgas PHK, Bentuk Perlindungan Baru untuk Buruh Indonesia
Tak Kunjung Tetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji: KPK Digugat Praperadilan, Eks Menag Yaqut Kembali Jadi Sorotan
Satgas Temukan Pedagang Masih Jual Beras di Atas HET, Polda Metro Ancam Cabut Izin Usaha
Jungkook BTS Kembali Diterpa Rumor Pacaran, Video Diduga Bersama Wanita Misterius Hebohkan Fans
Erick Thohir: Garuda Muda Pulang dengan Kepala Tegak, Bikin Sejarah di Piala Dunia U-17
Jennie BLACKPINK Siap Guncang Madrid di Mad Cool Festival 2026