Ana disebut mengaku tidak mampu merawat Bilqis dan berharap ada yang mau mengadopsi. Tawaran itu menarik perhatian Nadia Hutri, warga Sukoharjo yang tinggal di Jakarta.
“Kemudian ada yang berminat membeli korban, yaitu NH yang berasal dari Jakarta dan datang ke Makassar untuk mengambil korban dengan transaksi sebesar Rp3 juta di kos pelaku,” kata Djuhandhani dalam konferensi pers di Polrestabes Makassar, pada Senin, 10 November 2025.
Setelah transaksi itu, Bilqis diketahui dibawa ke Jambi. Di sana, Nadia menghubungi pasangan suami istri, Adit Prayitno Saputra dan Meriana.
Pasangan itu membeli Bilqis dengan harga Rp15 juta, mengaku sudah 9 tahun belum memiliki anak. Namun, transaksi kasus penjualan anak itu belum berakhir.
Baca Juga: Truk Tronton Alami Rem Blong, 3 Mobil Terguling Dalam Kecelakaan Beruntun di Banyumanik Semarang
“AS dan MA lalu menjual kembali kepada kelompok salah satu suku di Jambi dengan harga 80 juta rupiah," jelas Djuhandani.
"Dari hasil interogasi keduanya juga mengaku telah memperjualbelikan sembilan bayi dan satu anak melalui aplikasi TikTok dan WhatsApp,” imbuhnya.
Polisi tetapkan 4 orang tersangka
Setelah Bilqis dinyatakan hilang, tim gabungan Polda Sulsel melakukan penyelidikan lintas provinsi.
Djhandhani menyebut, pihaknya berhasil melacak keberadaan para pelaku di 3 lokasi berbeda, yaitu Makassar, Sukoharjo, dan Jambi.
Baca Juga: HEBOH! Promosi Album Baru, Fantagio Bocorkan Nomor Telepon Cha Eunwoo ASTRO
Keempat pelaku, yakni Sri Yuliana, Nadia Hutri, Adit Prayitno Saputra, dan Meriana, kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Jaringannya sangat luas. Kami melakukan koordinasi antarwilayah karena proses penangkapan dan penyelidikan tersebar di beberapa tempat,” ungkap Djuhandhani.
Ia menegaskan, seluruh tersangka dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.
Polisi juga terus mengembangkan kasus ini untuk menelusuri kemungkinan jaringan perdagangan anak lainnya yang beroperasi di beberapa wilayah Indonesia.
Bilqis kini telah kembali ke pangkuan keluarganya di Makassar. Meski sempat terpisah jauh dan dijual dari tangan ke tangan, bocah itu pulang dengan keadaan sehat.***
Artikel Terkait
Tambah Daftar OTT KPK ke Pejabat Daerah, Sugiri Sancoko Ditangkap usai Jabat Bupati Ponorogo 2 Periode
KPK Tangkap Sekda hingga Dirut RSUD yang Terseret Kasus Mutasi Jabatan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
Bermotif Balas Dendam? Ini Cerita Saksi soal Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta yang Ternyata Jadi Korban Bully
Kapsul Tertabrak Puing Antariksa, 3 Astronot China Batal Pulang ke Bumi
Kenang Jasa Para Pahlawan, Prabowo Pimpin Renungan Suci di TMP Kalibata
Mulai dari Gus Dur, Marsinah, hingga Soeharto, Prabowo Anugerahkan 10 Tokoh Gelar Pahlawan Nasional
Soroti Insiden Ledakan SMA 72 Jakarta, Prabowo Minta Sekolah Waspadai Pengaruh Game dan Bullying