Tragis! Ledakan Gas Elpiji di Pekalongan Tewaskan Ibu dan Dua Anak, Satu Korban Masih Kritis

Photo Author
- Selasa, 4 November 2025 | 08:07 WIB
Ilustrasi garis polisi  (AFP)
Ilustrasi garis polisi (AFP)

INSIBERNEWS - Suasana duka menyelimuti sebuah rumah kos di Kelurahan Buaran, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Minggu sore, 2 November 2025, sebuah ledakan dahsyat dari tabung gas elpiji tiga kilogram mengguncang bangunan tersebut. Dalam hitungan detik, api melalap seisi kamar kos yang dihuni satu keluarga kecil.

Peristiwa tragis itu menewaskan tiga orang, sementara satu lainnya masih berjuang melawan luka bakar parah di rumah sakit. Korban meninggal diketahui bernama Faridhotul Ilmi (38 tahun), bersama dua anaknya, Arizan Arka (4 tahun) dan Faizah Ardiyah (4 bulan).

Sedangkan sang istri, Halimatus Sa’diyah (31 tahun), kini dirawat intensif di RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan kondisi kritis.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Diskon Tarif Tol dan Tiket Transportasi Jelang Libur Nataru, Warga Diminta Pantau Pengumuman Resmi

Dokter jaga IGD RSUD Bendan, Briyan Abednego, mengungkapkan bahwa para korban mengalami luka bakar cukup berat.

“Korban ayah mengalami luka bakar sekitar 51 persen, anak bungsu 40 persen, dan anak pertama 80 persen. Ibu korban saat ini masih dalam perawatan intensif dengan luka bakar sekitar 42 persen,” ujarnya, Senin, 3 November 2025.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga ledakan bermula saat salah satu anggota keluarga menyalakan kompor gas untuk memanaskan air.

Baca Juga: Pesawat A400 Disiapkan Prabowo untuk Misi Kemanusiaan dan Evakuasi Medis di Gaza

Tanpa disadari, terdapat kebocoran pada tabung gas elpiji tiga kilogram yang mereka gunakan. Ukuran kamar kos yang sempit, hanya sekitar 2,8 x 2,8 meter, membuat gas cepat memenuhi ruangan hingga akhirnya tersulut api dan meledak hebat.

Ledakan itu membuat warga sekitar panik. Beberapa tetangga sempat mendengar suara ledakan keras disertai getaran di dinding rumah mereka.

“Tadi sore terdengar seperti bom meledak. Pas kami lari ke lokasi, api sudah membesar. Warga langsung bantu padamkan sambil menunggu pemadam datang,” tutur salah satu warga, Rudi Santoso.

Baca Juga: Peluang Ekspor Udang RI Kembali Terbuka, FDA AS Minta Sertifikasi Bebas Cesium-137 untuk Jamin Mutu

Api baru berhasil dipadamkan sekitar 30 menit setelah kejadian. Namun, kondisi korban sudah sangat parah saat ditemukan. Tim medis dan petugas pemadam langsung mengevakuasi mereka ke RSUD Bendan untuk mendapat penanganan segera. Sayangnya, tiga di antara empat korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Jenazah Faridhotul dan anak bungsunya, Faizah, dimakamkan di Kelurahan Jenggot, yang merupakan tanah kelahiran keluarga tersebut.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X