“Fadli sendiri tidak mengetahui status mereka. Itu juga menjadi pertanyaan publik — apakah mereka ASN yang digaji dari APBD, atau pegawai pribadi yang diupah oleh Gubernur ASR. Yang pasti, salah satu ajudan itu sering terlihat mendampingi ASR dalam berbagai kegiatan,” jelas Aqidah.
Meski baru terbentuk beberapa hari, Tim Advokasi KKJ Sultra bergerak cepat untuk memastikan kasus ini ditangani secara profesional dan transparan.
Mereka menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya, serta menolak segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap insan pers.
“Pendampingan ini bukan hanya untuk Fadli, tapi untuk memastikan hak-hak semua jurnalis terlindungi. Kami ingin memastikan penyidik bekerja tanpa tekanan dan hasil penyelidikan bisa terang benderang,” ujarnya.
Tim Advokasi KKJ Sultra juga mendorong agar penyidik Polda Sultra turut memeriksa Gubernur Andi Sumangerukka. Menurut mereka, hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan atau pengetahuan sang gubernur mengenai tindakan dua ajudannya yang reaktif terhadap jurnalis.
“Pemeriksaan terhadap Gubernur ASR penting dilakukan. Kita perlu tahu apakah ada perintah langsung atau pembiaran atas tindakan dua ajudan tersebut. Sebab, jika benar ada instruksi, maka ini bukan lagi soal etik, tapi pelanggaran serius terhadap kebebasan pers,” tegas Aqidah.
Sebelumnya, Gubernur Sultra dan dua ajudannya telah dilaporkan secara resmi ke Polda Sultra oleh puluhan jurnalis dari berbagai media pada Kamis (23/10/2025). Laporan itu teregistrasi dalam nomor LP/B/422/X/2025/SPKT/Polda Sultra.
Kasus ini berawal dari insiden 21 Oktober 2025, ketika dua ajudan diduga menghalangi dan melakukan kekerasan terhadap Fadli yang tengah berusaha mewawancarai Gubernur Andi Sumangerukka mengenai isu sensitif.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan komunitas pers nasional. Banyak pihak menilai penanganan cepat dan transparan dari kepolisian akan menjadi ujian nyata bagi komitmen negara dalam menegakkan kebebasan pers dan melindungi kerja jurnalistik di Indonesia. ***
Artikel Terkait
Azizah Salsha dan Nadif Lagi-lagi Keciduk Bersama, Netizen Kepo Soal Status Hubungan Mereka?
Menkeu Purbaya Siap Bongkar Mafia di Bea Cukai, Dukung Penyelidikan Kasus POME
Diterapkan saat Pandemi Covid-19 hingga Kopdes Merah Putih, Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Ogah Lanjutkan Burden Sharing
Tak Ingin Masyarakat Susah, Menkeu Purbaya Janji Tidak Naikkan Pajak Sebelum Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen
Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Bunga Rumah Subsidi Tetap 5 Persen usai Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana
Prabowo Pimpin Pemusnahan 214 Ton Narkoba, Tegaskan Fokus Awal Pemerintah pada Kebocoran Kekayaan Negara
Ramai Soal Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Ketua KPK: Saya Belum Cek
Andre Taulany dan Erin Akhiri Rumah Tangga dengan Damai, Sepakat Cerai Tanpa Konflik
Punya Gaji Pas-pasan? Begini 6 Cara Agar Bisa Punya Tabungan
Tambang Emas di Banyumas Longsor, 1 Penambang Tewas Tertimbun Tanah Labil