Purbaya menegaskan, pembangunan seperti Whoosh seharusnya tidak hanya berhenti di infrastruktur, tapi juga mendorong kegiatan ekonomi baru, seperti pariwisata, UMKM, hingga investasi properti di sekitar jalur. Dengan begitu, dampak ekonomi yang dijanjikan proyek tersebut benar-benar bisa dirasakan.
Sementara Jokowi juga menyoroti potensi besar yang dibawa Whoosh, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru.
“Kereta cepat membuka titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, menumbuhkan warung, UMKM, sampai meningkatkan nilai properti dan pariwisata,” katanya.
Baca Juga: Menko PM Cak Imin Buka Suara soal 97 WNI Korban Scam di Kamboja
Meski masih menuai pro dan kontra, baik Jokowi maupun Purbaya optimis bahwa beban utang Whoosh bisa dikendalikan seiring meningkatnya jumlah pengguna dan tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sepanjang jalur kereta cepat tersebut.
Pemerintah kini tengah menyiapkan strategi lanjutan agar proyek ambisius ini tidak hanya menjadi simbol modernisasi transportasi, tapi juga mesin penggerak ekonomi regional yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
HEBOH! DMI Bikin Spanduk 'BAKSO BABI' di Bantul: Kisah Pedagang Muslim yang Ngotot Sembunyikan Nonhalal!
Karyawan Rumah Duka di Tulungagung Ditemukan Tewas dalam Keadaan Leher Terlilit, Diduga Gantung Diri
Kondisi Na Daehoon Yang Semakin Kurus Usai Diselingkuhi Jule, Dikhawatirkan Warganet
Menko PM Cak Imin Buka Suara soal 97 WNI Korban Scam di Kamboja
Selain Melaney Ricardo, Raffi Ahmad Juga Jenguk Fahmi Bo Dan Panjatkan Doa Untuk Sang Teman
NIKITA MIRZANI BEBAS DARI TPPU! Divonis 4 Tahun Penjara, Ini Alasan Hakim Meringankan Hukuman.
Cabut Gugatan, Sandra Dewi Pasrah Aset Mewahnya Disita Kejagung Terkait Kasus Korupsi Harvey Moeis
Syahganda Nainggolan Nilai Pemerintahan Prabowo Mulai Pulihkan Luka Ekonomi, Daya Beli Masyarakat Naik
Angbeen Rishi Gugat Cerai Adly Fairuz, Rumah Tangga yang Pernah Harmonis Kini di Ujung Tanduk
BGN Klarifikasi Soal Janji Insentif Rp5 Juta: 'Hanya Candaan Saat Rapat, Bukan Kebijakan Resmi'