“Kita nggak boleh kalah dari hoaks. Kareg dan Korwil harus jadi sumber informasi resmi dan cepat klarifikasi di lapangan,” ujar Nanik saat itu.
Meski pernyataan tersebut kini diklarifikasi, Nanik tetap menekankan pentingnya peran pelaksana daerah dalam membangun narasi optimis tentang gizi dan kesehatan publik.
“Kita ingin para Kareg dan Korwil bukan sekadar menjalankan administrasi, tapi juga bisa jadi motor penggerak yang membawa pesan gizi dengan cara kreatif dan menginspirasi masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga: Pertamina Rayakan Sumpah Pemuda dengan Buka Ribuan Peluang Karier untuk Anak Muda Indonesia
Dengan klarifikasi ini, BGN berharap publik tidak salah paham dan tetap fokus pada tujuan utama program Makan Bergizi Gratis, yaitu memastikan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, mendapatkan akses makanan sehat dan bergizi secara merata. ***
Artikel Terkait
HEBOH! DMI Bikin Spanduk 'BAKSO BABI' di Bantul: Kisah Pedagang Muslim yang Ngotot Sembunyikan Nonhalal!
Pertamina Rayakan Sumpah Pemuda dengan Buka Ribuan Peluang Karier untuk Anak Muda Indonesia
Karyawan Rumah Duka di Tulungagung Ditemukan Tewas dalam Keadaan Leher Terlilit, Diduga Gantung Diri
Kondisi Na Daehoon Yang Semakin Kurus Usai Diselingkuhi Jule, Dikhawatirkan Warganet
Menko PM Cak Imin Buka Suara soal 97 WNI Korban Scam di Kamboja
Selain Melaney Ricardo, Raffi Ahmad Juga Jenguk Fahmi Bo Dan Panjatkan Doa Untuk Sang Teman
NIKITA MIRZANI BEBAS DARI TPPU! Divonis 4 Tahun Penjara, Ini Alasan Hakim Meringankan Hukuman.
Cabut Gugatan, Sandra Dewi Pasrah Aset Mewahnya Disita Kejagung Terkait Kasus Korupsi Harvey Moeis
Syahganda Nainggolan Nilai Pemerintahan Prabowo Mulai Pulihkan Luka Ekonomi, Daya Beli Masyarakat Naik
Angbeen Rishi Gugat Cerai Adly Fairuz, Rumah Tangga yang Pernah Harmonis Kini di Ujung Tanduk