Syahganda Nainggolan Nilai Pemerintahan Prabowo Mulai Pulihkan Luka Ekonomi, Daya Beli Masyarakat Naik

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:57 WIB
Syahganda Nainggolan sebut ada perbaikan peningkatan daya beli di pemerintahan Presiden Prabowo. (Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto)
Syahganda Nainggolan sebut ada perbaikan peningkatan daya beli di pemerintahan Presiden Prabowo. (Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto)

Ia bahkan mengapresiasi langkah pemerintah yang baru-baru ini meluncurkan paket stimulus ekonomi tambahan pada 17 Oktober 2025. Program tersebut mencakup bantuan langsung tunai (BLT) dan program magang berbayar nasional bagi para fresh graduate.

Menurut Syahganda, kebijakan itu bukan hanya membantu daya beli masyarakat, tapi juga memberi kesempatan bagi anak muda untuk memulai karier dengan dukungan negara.

Baca Juga: HEBOH! DMI Bikin Spanduk 'BAKSO BABI' di Bantul: Kisah Pedagang Muslim yang Ngotot Sembunyikan Nonhalal!

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi berhubungan erat dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dalam sebuah acara di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (27/10), ia menyebut bahwa ekonomi yang stabil membuat masyarakat lebih percaya dan mendukung kebijakan pemerintah.

“Ketika ekonomi lagi jelek, masyarakat gampang kecewa dan muncul aksi-aksi protes. Tapi begitu ekonomi membaik dan daya beli naik, mereka juga mulai percaya lagi. Itu yang sekarang mulai terlihat,” ujar Purbaya.

Baca Juga: Kondisi Na Daehoon Yang Semakin Kurus Usai Diselingkuhi Jule, Dikhawatirkan Warganet

Ia menegaskan, upaya memperbaiki kepercayaan publik terhadap pemerintah memang menjadi arahan langsung Presiden Prabowo.

“Saya bukan koboi yang jalan sendiri. Semua langkah ini adalah bagian dari instruksi Presiden untuk mengembalikan rasa percaya masyarakat lewat kebijakan ekonomi yang nyata,” tegasnya.

Kondisi ini, kata Syahganda, menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo mulai berhasil memulihkan “luka ekonomi” yang terjadi selama satu dekade terakhir.

“Kita dulu sempat terluka parah, tapi sekarang mulai sembuh sedikit demi sedikit. Kulitnya mulai menutup, dan itu tanda pemulihan,” katanya menutup. ***

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X