INSIBERNEWS - Mahfud MD menyoroti Whoosh yang beroperasi di Indonesia, namun tetap saja ‘dikuasai’ oleh China. Tenaga kerja proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) nampak didominasi oleh orang asing dibanding orang Indonesia.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Jumat malam, 24 Oktober 2025, Mahfud mengungkapkan fakta miris soal pembagian tenaga kerja di lingkup proyek KCIC itu.
Hal itu ia sebutkan saat membahas tulisan 4 tahun lalu mantan Direktur YLBHI, Agustinus Edy Kristianto atau AEK di manna menyebut proyek Whoosh ibarat bom waktu yang siap meledak.
Baca Juga: GERAM! Camat Pasar Kemis Telepon Pimpinan PT WOO IL Detik Itu Juga: Perintah Surat Teguran Keras!
“Ada beberapa hal yang bisa dinukil dari tulisan AEK ini. Begini, dalam proyek itu saham Indonesia sebesar 60 persen dan china 40 persen,” kata Mahfud.
Sayangnya, meski saham lebih besar dimiliki Indonesia, para tenaga kerja dengan posisi penting justru banyak yang berasal dari pihak China.
“Pejabat strategisnya didominasi oleh pihak China seperti presiden komisaris, direktur keuangan, dan direktur tekniknya,” imbuhnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Jamin Iuran Tak Naik Sampai 2026 Usai Suntikan Dana Rp20 Triliun ke BPJS Kesehatan
“Sekarang ini China sudah mulai mendapat keuntungan, sedangkan Indonesia masih menanggung utang yang bunganya saja sangat besar,” tambahnya.
Mahfud kemudian membawa data lain dari riset thepeoplesmap.net, menyebut bahwa ada perjanjian 24 ribu pekerja lokal yang harus diserap dari 39 ribu.
“Tapi dalam praktiknya, mayoritas manajemen top level adalah ekspatriat China. Sedangkan yang dari Indonesia sebagian besar hanya buruh-buruh kecilnya,” papar Mahfud.
Baca Juga: Kemenhub Gaspol Wujudkan Jalan Bebas Truk ODOL, Target Tercapai di 2027
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa dengan adanya Whoosh, lapangan kerja makin terbuka hingga pertumbuhan ekonomi pun dapat dirasakan oleh Indonesia.
“Kereta api ini telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan arus penumpang yang terus meningkat,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun kepada awak media pada 20 Oktober 2025 lalu.
Artikel Terkait
Proyek PSEL Tangerang Dibatalkan, Solusi Sampah Kota Tangerang dan Tangsel Kandas, Menteri Hanif: Siapkan Diri Timbun 2 Juta Ton Sampah!
20 Kali Lipat Batas Normal, Pemerintah Evakuasi Warga Sukatani yang Terpapar Radiasi Cs-137
Ancam Tak Perpanjang Izin Aqua, KDM Peringatkan soal Truk Pengangkut Galon yang Lebihi Kapasitas
Shin Tae-yong Dipastikan Tak Kembali, PSSI Fokus Cari Pelatih Baru Timnas
Respon Erick Thohir soal Rumor Louis van Gaal Latih Timnas: Saya Tak Pernah Kontak