INSIBERNEWS - Warga Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di sebuah parit di tepi Jalan Pantura pada Selasa pagi, 21 Oktober 2025.
Suasana yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam setelah tubuh pria tak dikenal itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Pria yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu ditemukan dengan tangan, kaki, dan mulut terikat kain. Warga yang melintas awalnya mengira benda di parit itu hanyalah tumpukan sampah, namun setelah dilihat lebih dekat, mereka langsung panik dan melapor ke perangkat desa.
Baca Juga: UMKM Binaan BRI Berhasil Bawa Batik Khas Tangerang Hingga Pasar ke Luar Negeri
Kepala Desa Surabayan kemudian meneruskan laporan tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama, petugas dari Polsek Sukodadi datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
“Polisi langsung turun ke tempat kejadian setelah menerima laporan. Kami memastikan lokasi aman dan melakukan olah TKP,” ujar Kapolsek Sukodadi, Iptu Moch Sokep, Selasa siang.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban tidak ditemukan membawa identitas diri. Pakaian yang dikenakan pun tidak memberikan petunjuk jelas siapa pria tersebut. Polisi menduga korban sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan, mengingat kondisi tubuh yang mulai kaku dan adanya luka di beberapa bagian tubuhnya.
Baca Juga: WASPADA! Ribuan Akun TikTok Berkedok KUR BRI Menipu Rakyat yang Butuh Modal
Tak jauh dari posisi mayat, petugas menemukan sebuah kayu balok yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa tragis ini. Barang bukti itu kini diamankan untuk ditelusuri lebih lanjut. Polisi juga telah memasang garis pembatas atau police line di sekitar area parit agar warga tidak mendekat dan mengganggu proses penyelidikan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans menuju RSUD Dokter Soegiri Lamongan. Di sana, tim forensik akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian dan waktu pasti korban meninggal dunia.
“Pemeriksaan forensik sangat penting karena bisa memberikan petunjuk awal terkait apakah korban dibunuh atau meninggal karena hal lain,” tambah Iptu Sokep.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga sekitar. Beberapa orang mengaku tidak mengenal korban dan tidak melihat kejadian mencurigakan sebelum mayat ditemukan.
Warga berharap kasus ini bisa segera terungkap agar mereka bisa kembali merasa aman saat melintas di kawasan Pantura yang kini terasa menyeramkan setelah kejadian itu.***
Artikel Terkait
Bahlil Kenang Masa Sulit Saat Kuliah, Sebut Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Langkah Mulia Pemerintah
China Ungkap Siap Lanjutkan Kerja Sama Kereta Cepat Ditengah Polemik Utang Whoosh
Ilmuwan China Peringatkan Virus Flu Baru ‘Influenza D’, Diduga Sudah Bisa Menular Antar Manusia
Jepang Dikabarkan Siap Keluar dari AFC, Dorong Pembentukan Federasi Sepak Bola Asia Timur
Jaksa Tolak Pembelaan Nikita Mirzani, Sebut Edukasi Skincare Hanya Sandiwara Akting
BYD Siapkan Dolphin 2026, Mobil Listrik Kompak yang Siap Jadi Penantang Baru di Pasar Global
Miris! Remaja 15 Tahun di Bekasi Ditangkap Polisi Usai Tikam Teman Main Futsal
Ditengah Rumor Perselingkuhan Julia Prastini, Na Daehoon Klarifikasi Dirinya Kuat dan Minta Publik Untuk Jaga Rumor Istrinya Dari Anaknya
WASPADA! Ribuan Akun TikTok Berkedok KUR BRI Menipu Rakyat yang Butuh Modal
UMKM Binaan BRI Berhasil Bawa Batik Khas Tangerang Hingga Pasar ke Luar Negeri