Ilmuwan China Peringatkan Virus Flu Baru ‘Influenza D’, Diduga Sudah Bisa Menular Antar Manusia

Photo Author
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:01 WIB
Ilustrasi Virus (Foto : Alodokter)
Ilustrasi Virus (Foto : Alodokter)

INSIBERNEWS - Para ilmuwan di China tengah menyoroti kemunculan jenis virus flu baru yang berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan global. Virus tersebut dikenal sebagai Influenza D Virus (IDV) — jenis flu yang awalnya hanya menyerang hewan ternak seperti sapi, namun kini diduga telah berevolusi hingga bisa menular antar manusia.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Changchun Veterinary Research Institute yang dipimpin oleh ilmuwan bernama Hongbo Bao. Dalam hasil risetnya, mereka menemukan bahwa varian IDV yang beredar saat ini menunjukkan tanda-tanda adaptasi genetik yang memungkinkan penyebaran di antara manusia.

Baca Juga: China Ungkap Siap Lanjutkan Kerja Sama Kereta Cepat Ditengah Polemik Utang Whoosh

“Temuan kami menunjukkan bahwa IDV mungkin telah memperoleh kemampuan untuk menular dari manusia ke manusia selama proses evolusinya yang terus berlangsung,” tulis tim peneliti seperti dikutip dari Media Indonesia, Selasa (21/10/2025).

Lebih lanjut, para peneliti memperingatkan bahwa jika penyebaran virus ini tidak dipantau secara ketat, IDV berpotensi berkembang menjadi ancaman global berskala besar atau yang disebut panzootic, yaitu wabah lintas spesies yang sebanding dengan pandemi pada manusia.

Virus Influenza D pertama kali ditemukan pada tahun 2011, ketika seekor babi di Oklahoma, Amerika Serikat, menunjukkan gejala mirip flu. Awalnya, para ilmuwan mengira virus ini hanyalah turunan dari influenza A atau B.

Baca Juga: Targetkan 500 Sekolah, Prabowo Ungkap 166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri untuk Putus Kemiskinan

Namun setelah penelitian lebih dalam, IDV diketahui merupakan jenis flu baru yang berbeda dari tiga tipe influenza lain (A, B, dan C).

Sejak penemuan awalnya, sapi kemudian diidentifikasi sebagai inang utama dari virus ini. Beberapa laporan menunjukkan bahwa para pekerja peternakan, terutama mereka yang sering bersentuhan dengan sapi, memiliki antibodi terhadap IDV — tanda bahwa mereka pernah terpapar virus tersebut.

Yang membuat para ahli khawatir, struktur genetik IDV tampak sangat fleksibel. Hal ini memungkinkan virus beradaptasi dengan cepat terhadap inang baru, termasuk manusia.

Para ilmuwan juga menyoroti bahwa penyebaran lintas spesies seperti ini bisa menjadi “titik awal” bagi wabah besar, seperti yang pernah terjadi pada flu burung dan flu babi di masa lalu.

Baca Juga: Setahun Berjalan, Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Serap 36,7 Juta Tenaga Kerja dan Libatkan Ribuan UMKM Lokal

Hingga kini, belum ada laporan resmi tentang kasus infeksi IDV pada manusia yang menimbulkan gejala parah.

Namun sejumlah penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa virus ini mampu bereplikasi pada sel-sel saluran pernapasan manusia, yang menandakan adanya potensi penyebaran alami.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X