HEBOH! Narasi Menkeu Purbaya Bakal Tarik Paksa Dana MBG Rp71 Triliun, Hoaks atau Fakta?

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:33 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Dok/YouTube.Kemenkeu)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Dok/YouTube.Kemenkeu)

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pihaknya optimistis program MBG akan berjalan sesuai target dan tidak akan terkena pengalihan anggaran.

“Kami yakin penyerapan anggaran MBG akan maksimal hingga akhir tahun. Proses distribusi dan pelaksanaan di lapangan terus kami awasi ketat,” ujar Dadan.

Ia juga menepis kabar bahwa banyak siswa yang mengalami keracunan akibat program tersebut. Menurutnya, kasus-kasus yang muncul di beberapa daerah bersifat insidental dan sedang ditangani bersama oleh pemerintah daerah dan pihak terkait.

Baca Juga: TRAGIS! Truk Boks Oleng di Daan Mogot: Dua Lansia Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia

“Kalau pun ada laporan keracunan, kami pastikan itu ditelusuri dan bukan karena sistem program MBG-nya. Selama ini, kualitas makanan selalu diawasi oleh tim gizi daerah,” tegas Dadan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yang diluncurkan pada 2025.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah dasar hingga menengah, serta menurunkan angka stunting dan kekurangan gizi di Indonesia.

Baca Juga: Cuaca Hari Ini, Bibit Siklon 96W dan Sirkulasi Siklonik Bikin Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Lebat

Dalam implementasinya, MBG melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, dinas kesehatan, hingga UMKM lokal yang menjadi penyedia bahan pangan. Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi agar dana yang digelontorkan benar-benar sampai ke sasaran. 

Pakar kebijakan publik, Dr. Ahmad Fahrul, menilai bahwa munculnya isu seperti ini merupakan bentuk misinformasi yang sering muncul di masa transisi program besar pemerintah.

“Setiap kali ada program besar yang menyangkut anggaran triliunan rupiah, pasti ada pihak-pihak yang menyebarkan narasi provokatif. Ini harus dilawan dengan edukasi publik,” katanya.

Baca Juga: Tzuyu TWICE Minta Maaf Usai Tuai Kritik di Victoria’s Secret Fashion Show: 'Maaf, Aku Belum Maksimal'

Ahmad menambahkan, masyarakat sebaiknya berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial, terutama jika sumbernya tidak jelas atau tidak disertai tautan resmi dari pemerintah.

“Ciri khas hoaks biasanya mudah dikenali: bahasanya bombastis, banyak huruf kapital, dan tidak mencantumkan sumber yang kredibel,” ujarnya.

Baca Juga: Menkeu Ancam Bakal Tarik Dana MBG yang Tak Terserap, BGN Pastikan Rp71 Triliun Habis di Akhir 2025

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X