Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pihaknya optimistis program MBG akan berjalan sesuai target dan tidak akan terkena pengalihan anggaran.
“Kami yakin penyerapan anggaran MBG akan maksimal hingga akhir tahun. Proses distribusi dan pelaksanaan di lapangan terus kami awasi ketat,” ujar Dadan.
Ia juga menepis kabar bahwa banyak siswa yang mengalami keracunan akibat program tersebut. Menurutnya, kasus-kasus yang muncul di beberapa daerah bersifat insidental dan sedang ditangani bersama oleh pemerintah daerah dan pihak terkait.
Baca Juga: TRAGIS! Truk Boks Oleng di Daan Mogot: Dua Lansia Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia
“Kalau pun ada laporan keracunan, kami pastikan itu ditelusuri dan bukan karena sistem program MBG-nya. Selama ini, kualitas makanan selalu diawasi oleh tim gizi daerah,” tegas Dadan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yang diluncurkan pada 2025.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah dasar hingga menengah, serta menurunkan angka stunting dan kekurangan gizi di Indonesia.
Baca Juga: Cuaca Hari Ini, Bibit Siklon 96W dan Sirkulasi Siklonik Bikin Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Lebat
Dalam implementasinya, MBG melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, dinas kesehatan, hingga UMKM lokal yang menjadi penyedia bahan pangan. Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi agar dana yang digelontorkan benar-benar sampai ke sasaran.
Pakar kebijakan publik, Dr. Ahmad Fahrul, menilai bahwa munculnya isu seperti ini merupakan bentuk misinformasi yang sering muncul di masa transisi program besar pemerintah.
“Setiap kali ada program besar yang menyangkut anggaran triliunan rupiah, pasti ada pihak-pihak yang menyebarkan narasi provokatif. Ini harus dilawan dengan edukasi publik,” katanya.
Ahmad menambahkan, masyarakat sebaiknya berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial, terutama jika sumbernya tidak jelas atau tidak disertai tautan resmi dari pemerintah.
“Ciri khas hoaks biasanya mudah dikenali: bahasanya bombastis, banyak huruf kapital, dan tidak mencantumkan sumber yang kredibel,” ujarnya.
Baca Juga: Menkeu Ancam Bakal Tarik Dana MBG yang Tak Terserap, BGN Pastikan Rp71 Triliun Habis di Akhir 2025
Artikel Terkait
Cuaca Hari Ini, Bibit Siklon 96W dan Sirkulasi Siklonik Bikin Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Lebat
TRAGIS! Truk Boks Oleng di Daan Mogot: Dua Lansia Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia
Nikita Mirzani Bacakan Pledoi: Ngaku Dijebak dengan Iming-iming Uang Endorse, Minta Dibebaskan dari Semua Dakwaan
KPK Imbau Mahfud MD Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Secara Resmi
KPK Dalami Dugaan Proyek Fiktif di PT PP, Empat Manajer Proyek Diperiksa
Erick Thohir Pastikan Indonesia Kirim 800 Atlet ke SEA Games 2025, Anggaran Naik Jadi Rp60 Miliar
Istri Polisi Jadi Otak Pembunuhan Brigadir Esco di Lombok Barat, Motifnya Kini Terungkap!
Rosan Roeslani Yakin Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai, Investasi Jadi Kunci Utama
FIFA Umumkan Lebih dari Satu Juta Tiket Piala Dunia 2026 Terjual, Antusiasme Fans Dunia Meledak!
Selamat Ulang Tahun ke-74 Prabowo Subianto, Pemimpin yang Dikenal Tegas dan Visioner