Ketidakadilan yang dimaksud oleh Mahfud adalah bagi pihak yang dikejar Satgas BLBI dan sudah membayar.
Mahfud juga menyatakan bahwa masih banyak obligor dan debitur yang ingin membayar namun ditunda karena ada perbedaan putusan antara Mahkamah Agung hingga BPK dan dilakukan negosiasi.
“Utang kepada negara lalu tim yang memutuskan harus nego itu bisa korupsi, tanpa dasar hukum bahwa itu bisa dinego karena itu sudah putusan hukum. Jadi, ini masih banyak yang mau nego,” imbuhnya.
Bandingkan Utang BLBI dengan Buruan Pengemplang Pajak
Mahfud juga menyentil tentang uang para pengemplang pajak yang saat ini tengah diburu oleh Purbaya.
“Nah ini sebenarnya lebih besar dari pajak yang akan dia buru Rp60 triliun dari pengemplangan pajak, ini Rp141 triliun sudah terkumpul Rp41 triliun. Taruhlah mungkin berdasarkan fluktuasinya dollar, bisa (masih) Rp 95 triliun, itu kan gede kalau dikejar. Itu utang lho, nggak bisa dibiarkan,” paparnya.
Kemudian Mantan Hakim Konstitusi itu juga menyebut bahwa Purbaya mungkin merasa tidak enak karena banyak teman di sekitarnya.
Baca Juga: Resmi! Patrick Kluivert dan Staf Dipecat Jadi Pelatih Timnas Indonesia
“Sekarang sudah banyak teman di samping, mungkin ada yang di atas juga secara psikologis meski secara struktural itu tidak, mungkin akan membebani dia,” ucap Mahfud.
“Tapi kalau kasus itu ditutup begitu saja, nampaknya akan menjadi masalah karena masih menjadi utang di BPK dan ada putusan Pansus DPR,” tukasnya.
Dalam kelakarnya, Mahfud lantas mengatakan bahwa kasus BLBI ini bisa dituntaskan oleh Menteri Keuangan setelah Purbaya nantinya.***
Artikel Terkait
Waduh! Kejagung Ungkap Banyak Pengusaha Kakap dan Perusahaan Tambang Besar Terseret Kasus 'Solar Murah', Negara Rugi Triliunan
PSSI Bersih-bersih! Selain Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg dan Frank Van Kempen juga Ikut Didepak
Diangkut ke Nusakambangan, Ammar Zoni jadi Tahanan Berisiko Tinggi hingga Diawasi Super Maximum Security
Kemendiktisaintek Diminta Siapkan 2,000 Profesional Muda Siap Kerja di BUMN dan Swasta
Berkat Pemberian Cold Storage dan Dermaga, Prabowo Ungkap Nelayan Bisa Naik Pendapatan 100 Persen
Istana Dukung Keputusan PSSI Pecat Patrick Kluivert: Saatnya Evaluasi dan Fokus Target Baru