INSIBERNEWS - Kediaman Anggota Komisi VIII DPR, Atalia Praratya di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat, digeruduk massa dari Forum Santri Nusantara Bandung Raya pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Menggelar aksi di depan rumah Atalia Praratya, diketahui mereka menuntut Atalia dipecat dari jabatannya usai opininya soal penggunaan APBN untuk membangun kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, bersifat tidak sensitif dan menyinggung komunitas santri.
Sebelumnya diketahui, Atalia Praratya pernah menyebut soal pentingnya akuntabilitas penggunaan dana negara, terkhusus dalam usulan penggunaan APBN untuk membangun ulang Ponpes Al Khoziny yang ambruk pada akhir September 2025 lalu.
Baca Juga: Kisruh di SMAN 1 Cimarga, Kepala Sekolah Tampar Murid, Ratusan Siswa Mogok Belajar!
Saat itu, Atalia menjelaskan penggunaan APBN harus dikaji secara hati-hati agar kebijakan publik tetap adil dan transparan.
“Usulan penggunaan APBN ini harus dikaji ulang dengan sangat serius, sambil memastikan proses hukum berjalan dan kebijakan ke depan lebih adil, lebih transparan, dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” kata Atalia dalam pernyataan resminya, pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Atalia menambahkan, negara memang memiliki tanggung jawab melindungi pendidikan keagamaan, termasuk pesantren.
Baca Juga: Tragis! Diduga Sering Cekcok, Polisi Kejar Suami Pelaku KDRT yang Bakar Istri di Jatinegara
Istri Ridwan Kamil lantas menyebut, setiap bantuan publik perlu diatur agar tidak menimbulkan persepsi ketidakadilan.
“Saya memahami kegelisahan masyarakat. Jangan sampai muncul kesan bahwa lembaga yang lalai justru dibantu, sementara banyak sekolah, rumah ibadah, atau masyarakat lain yang mengalami musibah tidak mendapatkan perlakuan yang sama,” tukas Atalia.
Dalam aksi itu nampak spanduk dan poster bertuliskan kecaman terhadap pernyataan Atalia tampak dibentangkan para santri.
Baca Juga: Tetap Setia, Dokter Kamelia Dampingi Ammar Zoni di Tengah Kasus Narkoba
Seorang orator di tengah orasi itu menyuarakan, pernyataan politikus Partai Golkar itu mencederai empati publik terhadap para korban musibah di pesantren.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny yang menelan korban jiwa para santri," tutur orator di depan rumah keluarga Ridwan Kamil.
Artikel Terkait
Bocoran Bisik-bisik Prabowo ke Trump di KTT Mesir: Diduga Bahas Proyek Trump Organization hingga Spekulasi Isu Strategis
Gagal Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026, Ketum PSSI Erick Thohir Minta Maaf ke Prabowo
Gus Irfan Gandeng KPK dan Kejagung, Tegaskan Komitmen Haji Bersih dan Transparan
Ramai Warganet Dukung Kepala Sekolah, Kasus Siswa Merokok di SMAN 1 Cimarga Berujung Laporan Polisi
Kisruh di SMAN 1 Cimarga, Kepala Sekolah Tampar Murid, Ratusan Siswa Mogok Belajar!
Tragis! Diduga Sering Cekcok, Polisi Kejar Suami Pelaku KDRT yang Bakar Istri di Jatinegara