INSIBERNEWS - Perundingan damai untuk menghentikan konflik di Gaza kembali digelar di Kairo, Mesir, pada Senin, 6 Oktober 2025. Pertemuan ini mempertemukan sejumlah perwakilan penting, termasuk mediator dari Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir, yang berupaya mencari titik temu antara Israel dan Hamas setelah berbulan-bulan perang yang menelan ribuan korban jiwa.
Meski diharapkan menjadi momentum penting menuju gencatan senjata, perundingan kali ini masih diwarnai ketegangan dan saling curiga antar pihak.
Sumber diplomatik di Kairo menyebut bahwa pembicaraan berjalan alot, terutama karena Israel belum menunjukkan kesediaan penuh untuk menghentikan serangan militernya.
Baca Juga: Riza Chalid Jadi Warga 'Stateless', Kejagung Ungkap Langkah Hukum Lanjutan Kasus Korupsi Minyak
Mantan Presiden AS Donald Trump, yang kini terlibat aktif sebagai mediator informal dalam negosiasi tersebut, menyampaikan keyakinannya bahwa pembahasan berlangsung produktif.
Ia menilai ada peluang besar untuk mencapai kesepakatan damai dalam waktu dekat jika kedua pihak mampu menahan diri dan mengedepankan kemanusiaan.
“Diskusi berjalan positif dan cepat. Kami melihat sinyal baik dari sebagian pihak,” ujar Trump seperti dikutip Middle East Monitor, Minggu, 5 Oktober 2025.
Namun, optimismenya itu tidak sepenuhnya sejalan dengan sikap Tel Aviv. Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa negaranya belum siap untuk sepenuhnya mematuhi gencatan senjata sebelum Hamas menunjukkan komitmen nyata untuk menghentikan serangan roket dan membebaskan sandera.
“Jika upaya politik gagal, kami akan kembali berperang,” kata Zamir tegas dalam konferensi pers singkat di Yerusalem.
Sementara itu, pihak Hamas menyatakan siap berdialog, tetapi menuntut agar Israel lebih dulu menghentikan agresi militernya dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang kini porak-poranda.
Ribuan warga sipil masih terjebak di wilayah konflik tanpa pasokan air bersih, makanan, dan obat-obatan yang memadai.
Pemerintah Mesir sendiri bertindak sebagai fasilitator utama dalam proses perdamaian ini. Delegasi Mesir berfokus untuk menengahi kesepakatan gencatan senjata sementara yang dapat membuka jalan bagi negosiasi lanjutan mengenai status politik Gaza ke depan.
Artikel Terkait
Taqy Malik Diduga Bangun Rumah Pakai Uang Donasi Masjid, Ia Beri Penjelesan
Bjorka Usai Muncul Akan Bobol Badan Gizi Nasional, Ia Justru Hebohkan Publik Dengan Bocorkan 341 Ribu Data Personil Polri
Adik Syahrini Ambil Foto Siomay Milik Chef Devina Untuk Jualan, Chef Devina Sebut Produk Aisyahrani Tidak Berafiliasi Dengannya dan Tidak Ada Izin
Animasi Asal Yogyakarta 'Kelly Si Kelinci' Tuai Pujian, Disebut Setara Kualitas Pixar
Izin TikTok Akhirnya Dipulihkan, Komdigi Pastikan Pengawasan Platform Digital Diperketat
Update Tragedi Ponpes Al Khoziny: 39 Santri Tewas, 23 Masih Belum Ditemukan
Pemerintah Rampungkan Aturan Baru Program Makan Bergizi Gratis, Fokus pada Keamanan dan Distribusi Daerah
Menkeu Purbaya Wacanakan Pemangkasan Anggaran Program MBG, Luhut Minta Jangan Gegabah!
Marc Marquez Kembali Apes di Mandalika, Terjatuh Usai Disenggol Bezzecchi dan Diduga Alami Cedera Bahu
Riza Chalid Jadi Warga 'Stateless', Kejagung Ungkap Langkah Hukum Lanjutan Kasus Korupsi Minyak